Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Host Live Shopping sebagai Sumber Daya Manusia Baru di Ekonomi Digital, Kemampuan Komunikasi Jadi Kunci

Bhagas Dani Purwoko • Rabu, 4 Februari 2026 | 16:40 WIB
SESI LIVE: Zona Helm, salah satu toko helm di Bojonegoro.
SESI LIVE: Zona Helm, salah satu toko helm di Bojonegoro.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perkembangan live shopping turut melahirkan kebutuhan sumber daya manusia baru dalam ekosistem ekonomi digital.

Host live shopping kini menempati posisi strategis, bukan hanya sebagai penyampai informasi produk, tetapi sebagai penentu kualitas komunikasi bisnis antara penjual dan konsumen secara real time.

Salah satunya, Bimbim, talent host live TikTok Zona Helm Bojonegoro, menuturkan bahwa profesi host tidak berangkat dari jalur pendidikan atau pelatihan formal.

Modal awalnya justru berasal dari kemampuan komunikasi yang kemudian diasah melalui praktik langsung.

“Ngga bisa dibilang otodidak, juga ngga dari pelatihan khusus, saya sama sekali belum pernah punya pengalaman live shopping juga, ya basicnya saya suka bicara jadi saat live shopping itu saya anggap kayak lagi ngobrol sama banyak orang meskipun virtual,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, peran host berkembang menjadi bagian dari strategi pemasaran digital. Menurut mahasiswa Fisip semester 7 Universitas Bojonegoro itu, proses belajar dilakukan langsung di internal usaha, mulai dari teknik berbicara hingga pemahaman pasar.

“Baru setelah itu ada tambahan mulai belajar bagaimana live shopping yang baik, owner tempat saya kerja itu juga yang banyak memberi ilmu ke saya, belajar trik marketing, mengenal market dan sebagainya. Semua di mentori langsung oleh owner zona helm,” terangnya.

Dalam perspektif ekonomi-bisnis, host live shopping dapat diposisikan sebagai aset SDM berbasis keterampilan, yang dibentuk oleh kebutuhan pasar dan dinamika platform digital.

Kualitas komunikasi host menjadi faktor penting dalam mendorong atau justru menghambat transaksi.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh konsumen. Mohammad Syifa’, konsumen e-commerce, menilai peran host cukup menentukan dalam keputusan pembelian, terutama dalam menjelaskan harga dan fungsi produk.

“Kalo bagi saya cukup penting untuk menjelaskan harga dan memilihkan produk serta fungsi sebenarnya, tapi terkadang ada host live yang asal ngomong cepat sampai tidak bisa ditangkap apa maksudnya sehingga kadang jadi lebih risih dan malas untuk beli di toko tersebut,” katanya.

Menurutnya, profesionalisme host sangat bergantung pada kejelasan komunikasi. Artikulasi yang buruk justru menurunkan tingkat kepercayaan konsumen.

“Artikulasi bicaranya jelas sehingga maksud dari produk bisa ditangkap dengan mudah, terkadang kan ada host yang ngomongnya cepat banget tapi ya asal ngomong aja, tidak jelas apa yang diomongkan,” keluhnya.

Keberadaan host live juga dinilai memberi nilai tambah bagi segmen konsumen tertentu, khususnya mereka yang belum memahami produk secara teknis.

Dia menambahkan, orang yang sudah paham dan kenal dengan produk tertentu, baginya, tidak terlalu membutuhkan live shopping.

“Tapi, ada juga orang yang belum bisa menggunakan barang atau belum paham fungsi barang tersebut tetapi ketika melihat host live menjadi tertarik dan akhirnya beli juga,” bebernya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa host live shopping bukan pelengkap fitur digital, melainkan sumber daya manusia kunci dalam ekonomi platform, yang berperan langsung dalam membangun kepercayaan, edukasi konsumen, dan efektivitas transaksi. (kam/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#sdm #Pengusaha #host #live shopping #digital advertising #e-commerce #Penjual #konsumen #tiktok #platform #pembeli