Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Live Shopping Menguat sebagai Kanal Distribusi Perdagangan Digital di Bojonegoro

Hakam Alghivari • Selasa, 3 Februari 2026 | 12:19 WIB
LIVE SHOPPING: Fenomenaa live shopping makin menjamur.
LIVE SHOPPING: Fenomenaa live shopping makin menjamur.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Meski live shopping bukan fenomena baru dalam ekosistem perdagangan digital nasional, praktik ini mulai menunjukkan geliat yang lebih nyata di daerah.

Di Bojonegoro, sejumlah pelaku usaha ritel tercatat telah memanfaatkan fitur live TikTok Shop sebagai kanal distribusi alternatif sejak beberapa tahun terakhir.

Salah satunya, toko perlengkapan berkendara Zona Helm yang mulai mencoba live shopping sejak 2023.

Perkembangan tersebut menandai perubahan strategi distribusi pelaku usaha lokal yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada toko fisik.

Melalui live TikTok Shop, produk dapat dipasarkan langsung ke audiens luas dalam satu sesi siaran.

Bimbim, talent host live TikTok Zona Helm Bojonegoro, menilai model ini memberi peluang besar dalam memperluas jangkauan pasar.

“Jangkauan luas, mudah berpotensi dikenali banyak orang, nilai kreatifitas dan inovasi berkembang seiringi berjalannya waktu,” jelasnya saat ditemui langsung.

Kehadiran live shopping juga mengubah peran sumber daya manusia di dalamnya. Host tidak lagi hanya menyampaikan spesifikasi produk, tetapi menjadi ujung tombak komunikasi bisnis.

Mahasiswa Fisip Universitas Bojonegoro itu mengaku harus terus menyesuaikan pendekatan karena karakter penonton yang beragam.

“Perubahan paling besar ada di bagaimana cara merespons viewer, karena mereka kan berbeda-beda atau random juga jadi saya pun berusaha menempatkan mana yang pas, kreativitas sehari-hari akhirnya juga harus selalu update, ngga bisa stuck,” tambahnya.

Pola ini menunjukkan transformasi kanal distribusi dari sistem satu arah menjadi interaktif dan real time. Strategi tersebut kemudian berkelindan dengan perubahan perilaku konsumen.

Sementara itu, Didin Susanto, mahasiswa di salah satu kampus swasta Bojonegoro, mengaku ketertarikannya pada live TikTok Shop sering muncul secara situasional, ketika sesi live yang relevan muncul di linimasa.

“Memang sering lewat di timeline Tiktok sih (live tiktok shop), kalau pas kebetulan ada toko yang sesuai dengan yang kita cari jadi ikut nyimak," katanya.

Bagi konsumen seperti Didin, live shopping dinilai memberi nilai tambah karena memungkinkan akses informasi produk yang lebih transparan.

“Bagusnya, kita bukan hanya tahu lewat foto barang aja. Tapi bisa sedikit dapat review yang lagi live (host). Apalagi bisa tanya secara langsung.”

Perubahan kanal distribusi ini juga berdampak pada pertimbangan transaksi. Lokasi fisik penjual tidak lagi menjadi faktor utama selama kualitas produk dan harga dianggap rasional.

“Kurang tahu ya kalau lokasi tokonya di mana. Yang penting barangnya bagus, dan yang terpenting harga masuk akal.”

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa geliat live shopping di Bojonegoro tidak berada di pinggir arus ekonomi digital nasional, melainkan mulai menjadi bagian dari strategi distribusi dan pemasaran pelaku usaha lokal. (kam/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#live shopping #bojonegoro #tiktok #shopee #Audiens #perdagangan