Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Musim Panen, Harga Jagung Bervariasi: Bulog Bojonegoro Target Serap Jagung 10.718 Ton Tahun Ini

Dewi Safitri • Senin, 2 Februari 2026 | 07:15 WIB
PANEN: Petani di Desa Sumberarum. Kecamatan Dander sedang memasuki musim panen jagung.
PANEN: Petani di Desa Sumberarum. Kecamatan Dander sedang memasuki musim panen jagung.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Selain padi, jagung juga menjadi komoditas yang banyak ditanam di Bojonegoro. Pada musim panen raya jagung saat ini, harga bervariasi. Mulai dari 4.250 per kilogram (kg) untuk jagung pipil basah (pasca panen) hingga Rp 7.000 per kg untuk jagung pipil kering.

Kepala Perum Bulog Cabang Bojonegoro Ferdian Dharma Adtmaja mengatakan, selain gabah, tahun ini Bulog Bojonegoro juga melakukan penyerapan jagung petani. Hingga akhir Januari lalu, telah menyerap sekitar 116 ton jagung pipil kering.

Dari target pengadaan sebanyak 10.718 ton jagung pipil kering di tahun ini. “Untuk harga jagung pipil kering Rp 6.400 per kg,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Satam petani asal Kecamatan Dander mengatakan, saat ini sedang dalam proses pemanenan jagung di lahan hutan. Memang sudah ada yang selesai panen, namun belum dijual, menunggu panen benar-benar selesai. Baru akan dilakukan penjualan.

“Ini sekarang panen, tapi belum selesai,” katanya. Menurut laki-laki paro baya tersebut, meski belum selesai panen, saat ini, sudah banyak tengkulak yang menanyakan tumpukan jagung di depan rumahnya untuk dibeli.

Berbagai harga ditawarkan, berbeda-beda masing-masing tengkulak. Mulai dari Rp 4.250 per kg hingga Rp 4.300 per kg untuk jagung pipil basah pasca panen, tanpa pengeringan atau penjemuran.

“Harga berbeda-beda, ada yang 4.250 per kg, ada juga tengkulak yang mau membeli dengan harga Rp 4.300 per kg,” terangnya. Dia mengatakan, di daerahnya, jarang sekali ada petani yang menjual jagung pipil kering.

Karena hasil panen cukup banyak, sehingga akan menghabiskan tenaga jika harus melakukan penjemuran dulu baru dijual. Selain itu, musim penghujan juga akan menjadi kendala. Jika petani harus menjemur jagung berton-ton, baru dijual.

“Hampir tidak ada yang menjual jagung kering setelah dijemur. Rerata jagung pasca panen, dihorok, langsung dijual,” bebernya.

Berdasar daftar harga produk dari laman resmi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Kabupaten Bojonegoro, harga jagung pipil kering mengalami kenaikan 9.12 persen. Tepatnya, dari Rp 6.361 per kg di hari sebelumnya naik menjadi Rp 7.000 per kg kemarin (1/2). (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bulog bojonegoro #Bulog #jagung #musim panen #Harga Jagung #Panen #jagung pipil #panen jagung #Petani #Lahan Hutan #tengkulak #bojonegoro #perum bulog #panen raya