RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah isu kenaikan harga komponen global, pasar smartphone di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan dinilai belum menunjukkan gejolak signifikan.
Meski kenaikan harga sempat menjadi perbincangan, respons konsumen daerah sejauh ini masih relatif terkendali.
Regional Manager OPPO area Bojonegoro–Tuban–Lamongan, Ahmad Ubaidillah menyebut, stabilnya pasar tidak lepas dari karakter konsumen lokal yang cenderung mempertimbangkan kepercayaan jangka panjang terhadap merek dan kemudahan layanan purna jual.
Faktor tersebut dinilai menjadi penahan utama di tengah dinamika harga perangkat.
“Alhamdulillah, respons warga di Bojonegoro dan sekitarnya masih stabil. Mungkin karena mereka sudah percaya dengan after-sales kita yang mudah dicari. Orang sini kalau sudah nyaman dengan satu merek dan layanannya jelas, mereka nggak akan pindah ke lain hati,” terangnya.
Pada level ritel, OPPO, kata Ubaidillah, menyiapkan strategi agar toko-toko resmi tetap kompetitif dan relevan bagi konsumen.
Seri Reno disebut menjadi salah satu andalan untuk menjaga minat pasar, terutama bagi konsumen yang ingin beralih ke perangkat dengan fitur lebih premium.
“Senjata utama kami adalah penetrasi lewat Seri Reno. Di tengah isu kenaikan biaya, kami jadikan Seri Reno sebagai pilihan yang sangat menggiurkan karena harganya yang masih kami tahan/pertimbangkan dengan sangat matang. Kami juga perkuat layanan di toko-toko agar setiap konsumen yang datang merasa mendapatkan solusi terbaik,” jelasnya.
Sementara itu, terkait tren mahalnya harga RAM secara global, bersikap realistis dan tidak terlalu reaktif menjadi pilihan.
Perusahaan menilai dinamika industri teknologi bersifat siklikal dan dapat berubah seiring waktu.
“Dunia teknologi memang dinamis, ada siklusnya. Kami nggak mau terlalu pusing di situ, fokus kami sebagai tim area adalah gimana caranya biar barang tetap tersedia dan harganya tetap bersahabat buat warga di sini, apapun kondisi globalnya," bebernya.
Dengan pendekatan tersebut, OPPO berharap stabilitas pasar di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan tetap terjaga, sekaligus memastikan konsumen daerah tetap memiliki akses terhadap perangkat yang sesuai kebutuhan dan daya beli. (kam/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko