RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Isu kenaikan harga smartphone akibat mahalnya komponen global mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan konsumen daerah.
Di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, sebagian masyarakat mulai mencermati pergerakan harga, terutama pada ponsel yang digunakan untuk menunjang kebutuhan kerja dan pendidikan.
Menanggapi kondisi tersebut, OPPO menegaskan bahwa penyesuaian harga yang terjadi pada sejumlah seri dilakukan dengan pertimbangan matang.
Perusahaan menyatakan komitmen untuk tetap menjaga kualitas produk di tengah dinamika biaya produksi yang terus berubah.
Regional Manager OPPO area Bojonegoro–Tuban–Lamongan, Ahmad Ubaidillah, menyampaikan pesan langsung kepada konsumen agar tidak khawatir berlebihan terhadap isu kenaikan harga yang beredar.
“OPPO tetap berkomitmen memberikan inovasi terbaik. Penyesuaian harga yang kami lakukan di beberapa seri semata-mata demi menjaga standar kualitas tinggi yang selama ini Bapak/Ibu nikmati. Kepuasan panjenengan tetap jadi prioritas kami,” bebernya.
OPPO menilai, menjaga kualitas dan kepuasan pengguna menjadi fondasi utama agar konsumen tetap merasa aman menggunakan produk dalam jangka panjang, meskipun pasar teknologi global sedang menghadapi tekanan biaya.
Sementara itu, dari sisi pelaku usaha ritel, isu kenaikan harga memang mulai terasa di lapangan.
Saiful Aziz, pemilik konter Gia Cell di Bojonegoro, mengungkapkan bahwa beberapa merek ponsel mengalami penyesuaian harga dalam beberapa waktu terakhir.
“Rata-rata naik sekitar 10 persen. Konsumen jadi lebih banyak melirik tipe lama,” ujarnya.
Kenaikan tersebut, menurut Saiful, turut memengaruhi daya beli masyarakat. Sebagian konsumen memilih menunda pembelian atau beralih ke ponsel dengan spesifikasi lebih rendah agar tetap sesuai dengan anggaran yang dimiliki.
Untuk menjaga minat beli, strategi konter pun ikut disesuaikan. Edukasi produk menjadi pendekatan utama agar konsumen memahami nilai dari perangkat yang mereka pilih.
“Lebih banyak memberikan penjelasan soal spesifikasi supaya pembeli paham nilai HP yang dibeli,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, pelaku industri dan pedagang berharap konsumen tetap rasional dalam menyikapi isu kenaikan harga, sembari mempertimbangkan kebutuhan dan manfaat jangka panjang dari perangkat yang digunakan. (kam/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko