RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Usaha garmen dan produksi kaos custom di daerah terus menunjukkan daya tahan di tengah ketatnya persaingan industri fesyen.
Berbagai pilihan di marketplace populer dan harga yang terus bersaing mengindikasikan perang harga barang dari setiap lini pasar.
Namun, siapa sangka, pendekatan humanis dan jemput bola menjadi senjata pamungkas pelaku usaha garmen lokal memikat konsumen.
Salah satunya ditunjukkan oleh ASR Digital Printing, usaha yang dirintis Achmad Syaifur Rohman sejak 2017, tepat saat masih menempuh di bangku kuliah.
Berawal dari coba-coba memasarkan kaos dan jersey ke sekolah-sekolah, respons pasar justru datang di luar perkiraan.
Syaifur menuturkan, sejak awal segmen sekolah menjadi pasar utama yang paling responsif. Kaos kelas dan jersey kelas menjadi produk yang paling diminati karena memberikan ruang bagi konsumen untuk melakukan pemesanan sesuai keinginan.
Model produksinya dari kain mentah menjadi siap pakai, sablon, dan kustom baik dari jenis hingga model kaos nyaris semuanya bisa dilayani, dari sinilah yang kemudian menjadi ciri utama sekaligus pembeda di tengah banyaknya pelaku usaha serupa.
Dalam setahun terakhir, permintaan tercatat terus mengalami peningkatan. Menurutnya, kepercayaan konsumen tumbuh seiring konsistensi dalam menjaga ketepatan waktu pengerjaan dan kualitas produk.
“Setahun terakhir naik terus soalnya mulai diterima baik di konsumen,” ujarnya. Terlebih, kualitas yang terus dijaga menjadikan konsumen merasa luas dan repeat order.
Selain itu, pertumbuhan tersebut tidak lepas dari sistem kerja dan perencanaan internal yang telah dibangun.
Meski tidak merinci secara teknis, pria asal Kecamatan Balen itu menyebut usaha yang dijalankannya memiliki pola produksi dan pemasaran yang terstruktur, sehingga mampu menjaga ritme pesanan tanpa mengorbankan kualitas hasil akhir.
Sementara itu, persaingan usaha garmen di Bojonegoro diakuinya cukup ketat. Kondisi ini justru mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi, mulai dari pendekatan langsung ke konsumen hingga peningkatan layanan.
“Tinggal kita bagaimana memasarkan produk dan kualitas barang kita. Walaupun harga masih di atas standard,” bebernya.
Strategi promosi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Berbagai penawaran rutin diberikan setiap bulan untuk menarik minat konsumen baru tanpa menghilangkan standar produk.
Meski harga yang ditawarkan tidak selalu berada di bawah pasar, Syaifur menilai kualitas tetap menjadi faktor penentu.
Dengan permintaan yang terus tumbuh dan pasar sekolah yang relatif stabil, usaha kaos kustom ini menunjukkan bahwa UMKM garmen lokal masih memiliki ruang berkembang.
Konsistensi kualitas, pemahaman pasar, serta sistem kerja yang rapi menjadi kunci agar usaha serupa mampu bertahan dan tumbuh di tengah dinamika industri fesyen daerah. (kam/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko