RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Penurunan alokasi total pupuk subsidi pada 2026 mendatang memantik perhatian kalangan akademisi. Di tengah keterbatasan jatah pupuk, petani diminta tak lagi bergantung sepenuhnya pada pupuk subsidi.
Salah satu solusinya, penerapan teknologi budidaya pertanian yang dinilai lebih hemat pupuk. Namun, tetap menjaga produktivitas.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro) Darsan menyampaikan, terkait langkah yang harus dilakukan petani di Bojonegoro. Agar tidak bergantung pada pupuk subsidi. Bisa dengan penggunaan teknologi budidaya padi yang hemat pupuk.
Dengan begitu, produktivitas bisa tetap tinggi. ‘’Penggunaan teknologi budidaya padi yang hemat pupuk. Sehingga, produktivitas tetap tinggi,’’ ujarnya. Terkait metode penggunaan teknologi budidaya padi, Ia menerangkan, dalam metode ini pupuk disemprotkan ke tanah, pada lahan tanaman pada di usia muda.
Sebagian kecil bahannya dari pupuk subsidi maupun nonsubsidi. Dalam pengaplikasian, harus disesuaikan dengan umur tanaman. Untuk besaran penghematan pupuk dengan metode teknologi budidaya ini, Darsan mengaku, belum pernah menghitungnya.
Namun, dapat dipastikan dengan penerapan teknologi budidaya pertanian ini, pertumbuhan tanaman bisa bagus. ‘’Saya belum pernah menghitung penghematannya. Tapi, begitu menerapkan teknologi tersebut, pertumbuhan tanaman sangat bagus,’’ pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana