RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penjualan buah cenderung lempeng pada momen natal di Bojonegoro. Jauh berbeda dibandingkan saat perayaan imlek maupun Hari Raya Idul Fitri. Di mana permintaan bisa melonjak berkali-kali lipat dibanding hari biasa.
Hal tersebut diutarakan oleh pedagang buah di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro, Alvira mengatakan, jumlah pembeli di momen natal dan tahun baru (nataru) biasa saja, seperti pada hari-hari biasa.
Tidak ada peningkatan jumlah pembeli. Berbeda dengan saat Imlek dan Hari Raya Idul Fitri, banyak pembeli yang berdatangan. ‘’Biasa saja, tidak ada peningkatan pembeli,’’ katanya.
Dia melanjutkan, tidak diketahui pasti berapa peningkatan pembeli saat momen ramai. Namun, di hari-hari biasa, seperti saat ini, mendatangkan buah jeruk santang misalnya, sekitar lima krat itu baru habis sekitar tiga atau empat hari.
Sedangkan, saat momen lebaran stok 250 krat bisa habis dalam waktu sehari saja. ‘’Paling ramai pembeli saat lebaran Hari Raya Idul Fitri dan Imlek. Apalagi untuk jeruk, banyak dicari saat imlek,’’ bebernya.
Terpisah, pembeli buah di Laskar Buah Dander, Siti Tutik mengatakan, membeli buah seperti biasanya, hanya untuk stok di rumah. Tidak karena momen liburan nataru. Meski momen ini anak-anak sekolah diliburkan, tapi tidak mempengaruhi stok makanan di rumah.
Terlebih, tidak ada tamu yang datang untuk dijamu. Sehingga, tidak ada kebutuhan khusus yang mengharuskan untuk membeli buah lebih banyak dibanding hari biasa. ‘’Beli hanya untuk cuci mulut anak, seperti biasa,’’ ungkapnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana