Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Promo Digital Semakin Dominan, Pola Belanja Kuliner Bojonegoro Mulai Bergeser

Hakam Alghivari • Sabtu, 13 Desember 2025 | 01:48 WIB
BISNIS KULINER: Pebisnis kuliner di Bojonegoro mengoptimalkan promo via digital.
BISNIS KULINER: Pebisnis kuliner di Bojonegoro mengoptimalkan promo via digital.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pergeseran pola konsumsi masyarakat Bojonegoro makin jelas terlihat pada sektor kuliner. Konsumen kini semakin berorientasi pada menu bernilai tinggi (high value).

Yakni, harga terjangkau, porsi besar, serta mudah diakses melalui promo platform digital. Tren ini mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif di tengah padatnya persaingan layanan pesan antar.

Fenomena tersebut terasa kuat di gerai makanan modern Bojonegoro. Store Manager Emado’s Bojonegoro Andika Bimo menjelaskan, bahwa perubahan perilaku konsumen sangat memengaruhi arah penjualan dan strategi pemasaran yang diterapkan outlet.

Menurutnya, preferensi menu hingga cara masyarakat mencari promo menjadi faktor penentu dalam menjaga pertumbuhan transaksi.

Perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif juga mempengaruhi pasar lebih sensitif terhadap promo.

Menurut Andika, segmen terbesar pelanggan saat ini adalah mereka yang mencari penawaran harga terbaik namun tetap menginginkan porsi besar sebagai nilai tambah.

"Target pasarnya sekarang jelas. Banyak orang cari yang harga promo, murah tapi porsinya banyak,” terangnya saat di wawancarai Radar Bojonegoro.

Untuk merespons pola tersebut, gerai makanan khas timur tengah itu mengandalkan distribusi promo di berbagai platform digital.

Andika mengakui, bahwa diversifikasi promo di TikTok, Qpon, GrabFood, GoFood, maupun ShopeeFood memberikan efek signifikan pada penjualan harian.

“Apalagi di TikTok, Qpon, Grab, Gojek, Shopee. Kita jadi lebih gampang cari customer. Promo-promo itu tersebar di platform, dan paling ramai memang dari TikTok,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi produk, Andika menyebut, menu nasi biryani sebagai item yang paling mendominasi permintaan lokal, berbeda dengan beberapa wilayah lain yang lebih mengunggulkan nasi mandhi.

Selera masyarakat Bojonegoro, katanya, cenderung menyukai rasa yang gurih dan tidak terlalu kuat.

“Di sini paling laku satu ekor nasi biryani. Di area lain favoritnya mandhi, tapi di Bojonegoro biryani lebih diterima. Rempahnya dapat, gurih, dan rasanya lebih soft dibanding mandhi yang cenderung strong,” ujarnya.

Dengan lanskap konsumsi yang semakin bergeser ke orientasi value for money dan akses digital, pelaku usaha kuliner di Bojonegoro didorong untuk adaptif.

Kombinasi antara kualitas produk, fleksibilitas harga, serta agresivitas promosi online menjadi strategi kunci agar bisnis tetap tumbuh di tengah kompetisi pasar yang semakin dinamis. (kam/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#promo #preferensi #strategi #perilaku konsumen #Bisnis Kuliner #high value #digital