Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Saham RLCO: Produsen Realfood Asal Bojonegoro Pecahkan Rekor IPO dengan Oversubscribe 948 Kali!

Bhagas Dani Purwoko • Rabu, 10 Desember 2025 | 23:16 WIB

 

REALFOOD: PT Abadi Lestari Indonesia Tbk dengan kode emiten saham RLCO beroperasi di Bojonegoro, Jawa Timur.
REALFOOD: PT Abadi Lestari Indonesia Tbk dengan kode emiten saham RLCO beroperasi di Bojonegoro, Jawa Timur.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Antusiasme pasar yang begitu meledak seperti yang terjadi pada initial public offering (IPO) PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO).

Emiten di balik merek populer Realfood yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 8 Desember 2025.

Bukan sekadar listing biasa, RLCO mencatatkan sejarah baru. Mari kita bedah datanya secara mendalam agar Anda tidak sekadar ikut-ikutan (FOMO), tapi berinvestasi dengan data.

Fenomena Oversubscribe Tertinggi Sepanjang Sejarah

Berdasar data dari Samuel Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek cukup mencengangkan. IPO RLCO mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 948,25 kali.

Baca Juga: Beda Nasib Investasi Hari Ini: Emas Meroket, Saham IHSG Malah Terjun Bebas

Angka ini didorong oleh partisipasi lebih dari 775.000 Single Investor Identification (SID). Untuk memberikan konteks seberapa besar angka ini, mari kita bandingkan dengan beberapa IPO "jumbo" dan populer lainnya yang pernah terjadi:

Presiden Direktur Bangun Kosambi Sukses, Steven Kusumo, sebelumnya bangga dengan capaian 168.874 investor pada IPO CBDK.

Namun, RLCO berhasil melampaui angka tersebut dengan margin yang sangat signifikan. Ini menunjukkan kepercayaan investor ritel yang sangat tinggi terhadap brand Realfood.

Baca Juga: Efek Erick Thohir? Saham Mahaka Kompak Menguat Usai Pelantikan Menpora, BBRI Ikut Terdongkrak

Bedah Valuasi dan Fundamental: Apakah Harga Masuk Akal?

RLCO melepas saham perdananya di harga Rp 168 per saham, yang mencerminkan kapitalisasi pasar sekitar Rp 530 miliar.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas (mengacu laporan keuangan per 31 Mei 2025), berikut adalah rasio-rasio penting yang perlu Anda perhatikan:

Secara valuasi, PER 17 kali untuk perusahaan consumer goods yang sedang bertumbuh (growth stock) masih tergolong wajar, meskipun bukan kategori "murah sekali".

Namun, yang menarik adalah fundamentalnya dinilai cukup solid oleh analis, didukung pasar ekspor yang kuat ke Cina, AS, dan Hong Kong.

Prospek Bisnis: Diversifikasi Produk Turunan Sarang Burung Walet

Samuel Sekuritas Indonesia memberikan outlook positif terhadap RLCO. Pertumbuhan perusahaan tidak bergantung pada sarang burung walet premium, tetapi diversifikasi produk turunan.

Saat ini, segmen barang konsumsi, seperti minuman siap minum (RTD), siap makan (RTE), dan minuman bubuk, menyumbang 88,5% dari total pendapatan.

“Kami memperkirakan ekspansi yang kuat dalam portofolio barang konsumsi RLCO terutama melalui penetrasi pasar Thailand dan Vietnam pada kuartal II 2025. Ke depannya, perusahaan juga berencana untuk menambah pasar AS dan Filipina untuk lebih memperdalam jangkauan ekspornya," tulis rilis Samuel Sekuritas.

Selain itu, RLCO tengah agresif melakukan diversifikasi ke kategori baru seperti kaldu ayam, kolagen, dan produk protein alami.

Proyeksi Pertumbuhan (2024–2027):

Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dari pendapatan ini (margin expansion) adalah sinyal positif bagi investor jangka panjang.

Penggunaan Dana IPO

Dana segar sebesar Rp 105 miliar yang diraih dari IPO akan digunakan secara strategis untuk modal kerja, dengan rincian:

  1. 56,33%: Pembelian bahan baku operasional perusahaan.

  2. 43,67%: Disetorkan ke anak usaha, PT Realfood Winta Asia, juga untuk pembelian bahan baku.

Ini indikasi bagus karena dana digunakan untuk ekspansi operasional, bukan untuk membayar utang bank.

Struktur Kepemilikan Saham (Pasca IPO)

Sebagai investor cerdas, kita harus tahu siapa yang memegang kendali. Berikut komposisi pemegang saham RLCO pasca listing:

Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase
PT Realco Omega Investama 2,42 Miliar 77,60%
Edwin Pranata 72,50 Juta 2,32%
Budiono, S.Sos. 1,25 Juta 0,04%
Edi Haryanto 1,25 Juta 0,04%
Masyarakat (Publik) 625 Juta 20,00%

Pergerakan Harga di Lantai Bursa

Antusiasme investor terbukti di pasar sekunder.

Baca Juga: Realfood Sabet Radar Bojonegoro Awards 2024 Kategori Inspirational Economy and Enterpreneurship

Kenaikan signifikan dalam dua hari perdagangan ini mengonfirmasi tingginya minat beli pasar terhadap saham produsen Realfood ini. (bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#bursa efek indonesia #emiten #sarang burung walet #ipo #PT Abadi Lestari Indonesia #RLCO #bojonegoro #saham