RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Permintaan ponsel kelas menengah ke bawah masih menunjukkan tren positif di Bojonegoro. Dalam lima tahun terakhir, segmen ponsel Rp 1 jutaan menjadi motor utama penjualan gerai seluler.
Salah satunya di Gia Cell. Gerai milik Saiful Aziz itu mampu mempertahankan stabilitas penjualan sejak memulai usaha pada 2020, meski tetap menghadapi pola naik-turun musiman.
Aziz menuturkan bahwa bulan Juli–Agustus biasanya menjadi periode paling sepi sepanjang tahun.
Namun, hal itu tertutupi oleh momentum Lebaran Idul Fitri, ketika permintaan meningkat tajam seiring tingginya kebutuhan masyarakat.
Lonjakan penjualan pada periode tersebut menjadi penopang utama. Selain faktor musiman, Aziz menyebut perubahan perilaku konsumen kini sangat berpengaruh pada strategi pemasaran.
Masyarakat Bojonegoro semakin memilih metode pembelian yang efisien, sehingga layanan Cash on Delivery (COD) menjadi salah satu kunci mempertahankan transaksi.
“Berpengaruh banget (COD), soalnya sekarang orang-orang penginnya efesien, gak pengin jauh-jauh dari rumah. Cukup kontak penjual, pengin ditemui di mana gitu,” ungkapnya.
Selain itu, gerai seluler yang berlokasi di Jalan Rajawali nomor 72 itu mayoritas pembeli merupakan para ibu yang membeli ponsel untuk kebutuhan anak sekolah.
Pola ini menunjukkan, bahwa smartphone tidak lagi sekadar perangkat komunikasi, tetapi telah menjadi sarana wajib untuk kegiatan belajar, hiburan, dan akses informasi.
Rentang harga yang paling dicari berada di level Rp1 juta hingga Rp 1,6 juta, dengan spesifikasi yang cukup mumpuni.
“Harga-harga satu sampai satu setengah juta, rata-rata RAM udah dapat 6/128GB,” ujar Aziz.
Sementara itu, dari seluruh merek yang dijual di gerainya, Xiaomi menjadi merek paling mendominasi dalam dua tahun terakhir.
Meski Oppo dan Vivo juga diminati, penjualan Xiaomi mencatat selisih lebih tinggi dibanding dua kompetitornya itu.
Aziz menilai, hadirnya fitur yang cukup lengkap di kelas harga ekonomi menjadi alasan mengapa banyak pembeli tak ragu memilihnya. “Mungkin karena murah, speknya bagus,” tambahnya.
Kecenderungan ini juga diperkuat dari sisi pengguna. Didin Susanto, mahasiswa dari kampus swasta di Bojonegoro sekaligus kreator konten gim Mobile Legends di TikTok mengatakan, bahwa pengalaman bermain gim di ponsel Xiaomi cukup memuaskan.
Terlebih untuk kelas harga tiga jutaan seperti yang dia gunakan. Bagi kalangan anak muda, performa perangkat menjadi faktor penting, terutama untuk aktivitas gaming, hiburan digital, hingga tugas kuliah. “Menurutku performanya apik dibanding HP lain, harga juga terjangkau,” jelasnya. (kam/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko