RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pasar sepeda motor Honda di Bojonegoro masih dikuasai Beat dan Scoppy.
Kedua tipe tersebut menjadi tulang punggung penjualan, terutama di segmen matic murah yang masih menjadi pilihan utama masyarakat kota lendre.
Kepala Cabang MPM Motor Bojonegoro M. Irvan Rosyadi menyampaikan, mayoritas konsumen di daerah ini mencari motor dengan harga terjangkau.
“Honda itu tulang punggung penjualannya tetap di tipe low, di tipe yang murah, Beat dan Scoopy yang rentang harganya 20–24 juta. Itu menjadi mayoritas pembelian kurang lebih 80 persen,” ujarnya saat ditemui.
Pria kelahiran Jember itu menambahkan, pasar motor matic masih mendominasi pergerakan penjualan. “Kalau pasar matic itu 95 persen, tapi dominannya Beat sama Scoopy, tipe murah. Sisanya Vario 125, dan 160 ada PCX,” jelasnya.
Ia menegaskan, bahwa konsumen retail menjadi penyumbang terbesar dalam penjualan bulanan. Segmen ini tetap stabil dan menggerakkan pasar, sementara pembelian dari kelompok pelanggan seperti perusahaan atau koperasi hanya berkisar 10 hingga 15 persen.
“Koperasi juga rutin membeli minimal 15 unit per bulan untuk kebutuhan operasional karyawan,” kata Irvan.
Popularitas Beat dan Scoopy juga dirasakan langsung oleh pengguna. M. Syahrul Alim, pegawai swasta di Bojonegoro, mengaku memilih Honda Beat karena mempertimbangkan kualitas dan harga.
“Dari harga sama kualitasnya yang bagus menurutku Beat,” tuturnya. Dirinya menambahkan, dengan harga yang relatif terjangkau dengan kualitas yang bagus tetap jatuh pada merek Honda Beat. “Harga nggak mahal banget tapi kualitasnya oke.”
Dengan tingginya permintaan di segmen entry-level, Beat dan Scoopy tidak hanya menjadi model favorit, tetapi juga fondasi yang menjaga stabilitas penjualan motor baru di Bojonegoro.
Model terjangkau ini terus menjadi pilihan utama masyarakat yang membutuhkan kendaraan harian dengan harga ramah kantong namun tetap fungsional. (kam/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko