RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Angka pengangguran di Bojonegoro didominasi oleh lulusan SMA Kejuruan atau sering disebut dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berdasar Berita Resmi Statistik (BRS) No.21/11/3522/Th.V, 14 November 2025, dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, jumlah pengangguran di Bojonegoro pada 2025 sebanyak 32.937 orang.
Berkurang sekitar 1.848 orang dari Agustus 2024. Dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) hasil Agustus 2025 sebesar 3,90 persen. Menurun secara berturut dibanding 2023 sebesar 4,63 persen dan 4,42 persen TPT di 2024.
Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan per Agustus 2025, persentase pengangguran pada lulusan SMK menunjukan angka tertinggi. Yakni, mencapai 33 persen. Kemudian, diikuti oleh lulusan SMA sebesar 23 persen. Lulusan SMP sederajat 17 persen dan SD sederajat ke bawah 20 persen. Terendah, lulusan perguruan tinggi hanya berkisar 7 persen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid menyampaikan, pada Agustus 2025, penduduk bekerja di Bojonegoro masih didominasi berpendidikan SD ke bawah, yakni sebanyak 356,1 orang atau 43,92 persen dari total penduduk bekerja.
Sementara, tenaga kerja dengan jenjang pendidikan perguruan tinggi sebesar 66,8 ribu orang atau 8,24 persen. Dibanding dengan Agustus 2024, terjadi penurunan jumlah penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah, SMP sederajat, dan SMA umum.
Berbanding terbalik dengan pendidikan SMK dan perguruan tinggi yang terjadi peningkatan. Yakni, dari 8,15 persen naik menjadi 10,74 persen penduduk bekerja lulusan SMK. Dan, dari 6,11 persen naik menjadi 8,24 persen penduduk lulusan perguruan tinggi yang bekerja per-Agustus 2025. ’’Ini saya dapat informasi dari BPS. Di 2024, TPT 4,42 persen,” terangnya.
Sementara itu, melalui kegiatan Uji Sertifikasi Tenaga Operator Teknisi/Analisis yang dilaksanakan Rabu (19/11) dan Kamis (20/11) di Aula Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah mendorong para lulusan SMK untuk berdaya saing dalam memasuki dunia kerja. Untuk itu, perlu persiapan, perjuangan, dan bekal yang tidak asal-asalan.
’’Kami berupaya menyiapkan SDM yang siap terjun di dunia kerja. Baik secara keterampilan dan pengakuan resmi,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang sama, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan, kepada peserta yang merupakan siswa SMK, bahwa sertifikasi menjadi penting. Juga, sebagai alat ukur untuk pengakuan atau pembuktian yang didukung dengan skill yang dimiliki.
’’Kami ingin terus membangun generasi-generasi Bojonegoro yang unggul dan punya kompetensi yang bisa bersaing,” pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana