Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Penjualan Motor Honda di Bojonegoro Turun 5 Persen, Sektor Retail Masih Jadi Penopang Utama

Hakam Alghivari • Rabu, 19 November 2025 | 02:31 WIB
MPM Motor Cabang Bojonegoro.
MPM Motor Cabang Bojonegoro.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kinerja penjualan sepeda motor di Bojonegoro pada 2025 mengalami perlambatan. Angkanya turun sekitar lima persen dibanding tahun lalu, sejalan dengan tren nasional yang juga melemah. Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang MPM Motor Bojonegoro, M. Irvan Rosyadi, saat ditemui.

Irvan menjelaskan bahwa pada 2023 hingga 2024, pasar sepeda motor sebenarnya berada dalam tren positif. “Tahun 2024 itu kita naik dari 2023 kurang lebih 11 persen. Tapi begitu masuk 2025, turun lagi sekitar lima persen,” ungkapnya.

Menurutnya, penurunan ini tidak lepas dari perubahan fokus kebijakan pemerintah yang tahun ini tidak lagi mengalokasikan pembiayaan untuk pembaruan kendaraan inventaris. Peralihan anggaran membuat sejumlah rencana pembelian dari beberapa instansi tidak dapat direalisasikan.

“Secara nasional kurang lebih turun lima persen, dan di Bojonegoro hampir sama. Ada penyesuaian anggaran di pemerintahan dan beberapa lembaga lain, yang tahun lalu masih melakukan pembelian kendaraan operasional, tahun ini dibatalkan,” ujarnya.

Pria asli Jember itu mengungkapkan, rencana pembelian yang sudah tercatat sejak awal tahun akhirnya ikut terdampak pengetatan anggaran. Namun, ia menekankan, bahwa fokus pembiayaan pemerintah kini bergerak ke sektor lain, sehingga kebutuhan kendaraan untuk keperluan operasional tidak menjadi prioritas.

Selain itu, dengan kondisi tersebut, segmen retail atau masyarakat umum tetap menjadi penyokong terbesar penjualan. Pembelian dari konsumen individu masih mendominasi pergerakan pasar kendaraan bermotor di Bojonegoro.

“Yang paling dominan tetap retail. Untuk grup pelanggan seperti perusahaan atau koperasi, dalam sebulan kami masih melayani sekitar 10-15 persen dari total penjualan. Koperasi juga rutin membeli minimal 15 unit per bulan untuk kebutuhan operasional karyawan,” jelasnya.

Sementara itu, kontribusi pembelian dari sektor pemerintahan pada tahun ini tidak ada, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih mencatat setidaknya satu transaksi setiap bulan. Irvan menilai kondisi ini sebagai dampak langsung dari penyesuaian anggaran yang lebih ketat.

Ia berharap tren penjualan bisa kembali stabil seiring membaiknya iklim ekonomi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan baru. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#penjualan #dealer #MPM Motor Bojonegoro #bojonegoro #honda #sepeda motor