RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah semangat bertani generasi muda, muncul kecenderungan baru di kalangan petani muda Bojonegoro. Alih-alih mengolah sawah luas, sebagian dari mereka justru memilih berkebun di lahan sempit dengan sistem yang lebih praktis, seperti hidroponik.
Salah satunya Isna Rafidah, petani muda asal Desa Campurejo, Kecamatan Kota. Perempuan berusia 26 tahun ini menekuni budidaya selada hidroponik di pekarangan rumahnya. ’’Lebih memanfaatkan lahan kosong, sama perawatannya mudah,” ungkapnya.
Isna mengaku, sistem tanam yang tidak konvensional itu justru membuatnya lebih efisien dalam waktu dan biaya. ’’Mengurangi biaya operasional, karena kalau di hidroponik hama penyakit minim, jadi gak perlu nyemprot pestisida,” jelasnya.
Dalam rangkaian instalasi berisi 293 lubang tanam, ia bisa memanen sekitar 20 kilogram selada setiap minggu. Hasilnya dijual ke pasar lokal, namun sebagian besar pesanan dari kafe dan rumah makan yang mencari bahan segar. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana