RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) seolah menjadi siklus tahunan yang membayangi masyarakat.
Di samping itu, pemerintah daerah menyiapkan antisipasi guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Menjelang nataru, biasanya harga-harga dapur melambung tinggi. Sehingga, cukup mengkhawatirkan,” ujar Siti, Ibu rumah tangga yang tengah berbelanja di Pasar Dander, kemarin (5/11).
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan, pentingnya upaya bersama untuk antisipasi lonjakan harga menjelang akhir tahun ini.
Jangan sampai terjadi kelangkaan ataupun kenaikan harga yang signifikan menjelang nataru ini.
“Semua pihak harus aktif berkoordinasi, baik secara lisan maupun tertulis. Agar distribusi dan stok barang tetap aman,” katanya dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Selasa (4/10).
Staf Ahli Bupati Bojonegoro Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Sukaemi mengatakan, Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan langkah antisipatif jelang nataru.
Mulai dari memperkuat koordinasi lintas sektor, distributor bahan pokok, dan pelaku usaha untuk menjamin kelancaran distribusi.
Operasi pasar murah juga akan terus dilaksanakan di berbagai titik desa dan kecamatan. Difokuskan pada ketersediaan komoditas penyumbang inflasi. Seperti, beras, telur ayam ras, dan minyak goreng.
“Pengawasan harga dan penindakan pelanggaran juga akan dilakukan,” tambahnya.
Mantan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro tersebut melanjutkan, agar masyarakat bisa menjalani nataru dengan tenang, tanpa khawatir adanya lonjakan harga. TPID bersama Dinas Perdagangan juga akan memantau harga di pasar tradisional dan modern.
“Jika ditemukan pelanggaran harga melebihi ketentuan. Maka, akan dilakukan teguran hingga rekomendasi pencabutan izin usaha,” pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana