Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Petani Belum Paham Penurunan Harga Pupuk Subsidi, DKPP Bojonegoro Klaim Harga Sesuai HET

Dewi Safitri • Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:15 WIB
PAHLAWAN PANGAN: Petani saat membasmi hama di lahannya, pemerintah telah membuat kebihakan HET pupuk subsidi turun, tapi petani masih belum mengetahui.
PAHLAWAN PANGAN: Petani saat membasmi hama di lahannya, pemerintah telah membuat kebihakan HET pupuk subsidi turun, tapi petani masih belum mengetahui.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi mulai 22 Oktober 2025. Mengacu Keputusan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1.117 /kpts./SR.310/M/10/2025.

Namun, belum semua petani mengetahui kebijakan tersebut. Sehingga, masih berpotensi penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

Menurut petani asal Kecamatan Dander, Bibit, belum mengetahui adanya penurunan harga pupuk. Namun, menyambut baik dengan adanya penurunan ini.

“Belum tau. Tapi, alhamdulillah kalau beneran turun. Apalagi kami sekeluarga, termasuk anak-anak juga petani. Jadi, sangat membutuhkan pupuk,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan, terus melakukan penyesuaian harga pupuk subsidi. Jadi, sudah tidak ada lagi penjualan dari kios kepada petani di luar HET yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Melakukan pengawasan internal terhadap implementasi terhadap Permentan tersebut,” ujarnya.

Perubahan HET pupuk subsidi, pupuk urea dengan HET lama Rp 2.250 per kilogram (kg) dan Rp 112.500 per zak menjadi Rp 1.800 per kg serta Rp 90.000 per zak. 

Kemudian, NPK dengan HET lama Rp 2.300 perkg dan 115.000 per zak menjadi Rp 1.840 perkg dan Rp 92.000 per zak.

Pupuk ZA dengan HET lama Rp 1.700 perkg dan Rp 85.000 per zak menjadi Rp 1.360 per kg dan 68.000 per zak. Serta, pupuk organik dengan HET lama Rp 800 per kg dan 32.000 per zak menjadi Rp 640 per kg dan 25.600 per zak.

Zaenal menilai, stok pupuk di Bojonegoro masih sangat cukup saat ini. Yakni, masih terdapat sekitar 19.273,4 ton untuk stok pupuk urea, 14.369,20 ton untuk NPK, dan 10.405,97 ton untuk organik. Sedangkan, untuk rerata kebutuhan pupuk di Bojonegoro sekitar 61.000 pertahun.

“Jadi, kalau melihat tahun-tahun kemarin. Maka, alokasi pupuk di 2025 ini masih cukup aman,” terangnya.

Dia berharap, petani di Bojonegoro segera menebus pupuk subsidi. Sehingga, apabila terdapat kekurangan bisa segera dilakukan rekonsiliasi. Dari DKPP provinsi untuk dilakukan perubahan. Mengingat, pupuk ini sangat fleksibel.

Jadi, misal di kabupaten lain penyerapannya belum maksimal. Bisa digeser di kabupaten yang penyerapannya maksimal. Begitupun di tingkat kecamatan. Kecamatan yang penyerapannya belum tinggi, bisa digeser di kecamatan dengan penyerapan pupuk yang telah tinggi.

“Jadi, pupuk itu sangat dinamis. Fleksibel sekali,” pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pupuk subsidi #zaenal fanani #dkpp #het #Petani #Harga Pupuk Subsidi #Pertanian #harga eceran #Penurunan Harga #dander #pupuk #bojonegoro #harga pupuk #stok pupuk #DKPP Bojonegoro