RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu kanal pembiayaan penting bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal kerja atau investasi namun belum memiliki agunan tambahan.
Bank BRI sebagai salah satu penyalur KUR menyajikan produk yang disesuaikan untuk usaha mikro hingga usaha kecil, dengan suku bunga yang terjangkau dan persyaratan yang relatif ramah bagi usaha produktif. Semua data dan persyaratan berikut merujuk langsung ke informasi resmi Bank BRI.
Apa itu KUR BRI dan siapa yang berhak mengajukan?
KUR BRI ditujukan bagi debitur yang memiliki usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan (unbankable).
Baca Juga: DPMD Bojonegoro: Agunan Pinjaman untuk KDMP Bisa Gunakan Dana Desa Maksimal 30 Persen
Program ini memfasilitasi pembiayaan modal kerja atau investasi untuk usaha mikro, kecil, dan koperasi. Secara garis besar BRI membagi produk KUR menjadi KUR Mikro dan KUR Kecil sesuai kebutuhan dan plafon pinjaman.
Perbedaan KUR Mikro dan KUR Kecil
KUR Mikro (BRI)
-
Plafon maksimum: Rp 50 juta per debitur.
-
Jenis pembiayaan: Kredit Modal Kerja (KMK) hingga 3 tahun; Kredit Investasi (KI) hingga 5 tahun.
-
Suku bunga: 6% efektif per tahun.
-
Biaya: Bebas biaya administrasi dan provisi.
-
Calon debitur adalah perorangan yang menjalankan usaha produktif minimal 6 bulan dan tidak sedang menerima kredit perbankan selain kredit konsumtif (mis. KPR, KKB, kartu kredit). Dokumen administrasi minimal: KTP, KK, surat izin usaha.
KUR Kecil (BRI)
-
Plafon pinjaman: Rp 50 juta – Rp 500 juta.
-
Jenis pembiayaan: KMK dengan tenor hingga 4 tahun; KI hingga 5 tahun.
-
Suku bunga: 6% efektif per tahun.
-
Agunan: Sesuai peraturan bank (untuk plafon tertentu).
-
Syarat tambahan: memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau dokumen izin usaha sejenis, serta telah beroperasi minimal 6 bulan.
Syarat umum calon debitur KUR BRI
BRI merinci beberapa persyaratan utama untuk calon penerima KUR, antara lain:
-
Warga negara Indonesia (perorangan) yang menjalankan usaha produktif.
-
Telah menjalankan usaha secara aktif minimal 6 bulan.
-
Tidak sedang menerima kredit dari perbankan, kecuali kredit konsumtif (KPR, KKB, kartu kredit).
-
Melengkapi administrasi dasar: KTP, KK, surat izin usaha (atau IUMK untuk kategori tertentu).
Persyaratan lebih rinci (termasuk dokumen pendukung) dapat dicek di cabang BRI terdekat.
Ketentuan kredit dan biaya
-
Suku bunga: Ditetapkan 6% efektif per tahun untuk kedua jenis (Mikro & Kecil) menurut informasi produk. Program ini juga bebas biaya administrasi dan provisi di BRI (untuk tipe standar KUR BRI yang dijelaskan).
-
Jenis pinjaman: KMK dan KI, dengan masa pinjaman menyesuaikan jenis dan plafon (3–5 tahun).
Catatan: Kebijakan tingkat suku bunga dan ketentuan produk dapat disesuaikan sesuai kebijakan pemerintah dan aturan technical banking; untuk konteks kebijakan nasional KUR, Pemerintah menetapkan suku bunga KUR sebesar 6% efektif per tahun.
Manfaat KUR untuk UMKM
KUR dirancang untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil yang produktif namun belum memenuhi syarat agunan konvensional.
Dengan suku bunga relatif rendah dan proses yang dibuat lebih mudah, KUR membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, membeli bahan baku, atau melakukan investasi peralatan yang dapat mendorong pertumbuhan usaha.
Baca Juga: Kemenkeu Belum Terbitkan Izin Pinjaman Daerah Senilai Rp 215 Miliar untuk Pemkab Blora
Di sisi makro, penyaluran KUR juga menjadi instrumen pemerintah untuk mendukung perekonomian lokal dan penciptaan lapangan kerja.
Cara mengajukan KUR di BRI
-
Persiapkan dokumen dasar: KTP, KK, surat izin usaha/ IUMK, dan dokumen penunjang terkait usaha.
-
Kunjungi kantor cabang BRI terdekat untuk konsultasi produk KUR Mikro atau KUR Kecil sesuai kebutuhan plafon.
-
Pengajuan & verifikasi: petugas BRI akan membantu proses pengisian formulir, verifikasi kelayakan usaha, dan penilaian administrasi.
-
Pencairan setelah proses analisa dan persetujuan kredit selesai.
Untuk lokasi kantor dan informasi lebih lanjut, BRI menyediakan fitur lokasi cabang di website resminya.
Perhatian dan tips bagi pemohon
-
Pastikan usaha produktif dan layak serta dapat ditunjukkan bukti aktivitas usaha minimal 6 bulan.
-
Siapkan laporan pendapatan sederhana (cashflow) bila diminta untuk mempercepat penilaian.
-
Manfaatkan fasilitas edukasi UMKM pemerintah dan bank untuk meningkatkan kapabilitas bisnis sebelum mengajukan.
-
Jika menemukan kendala dalam penyaluran, debitur dapat melapor ke kantor cabang atau mekanisme pengaduan resmi (Ombudsman/terkait), laporan terkait penyaluran KUR pernah menjadi perhatian publik sehingga pengawasan menjadi penting. (*)