RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai daerah di Indonesia mulai berdampak hingga ke Kabupaten Bojonegoro. Sejumlah pekerja asal Bojonegoro yang merantau di luar daerah kini memilih pulang kampung setelah kehilangan pekerjaan.
Salah satunya adalah Ade Kurniawan, warga Kecamatan Bojonegoro Kota. Pria berusia 28 tahun itu baru seminggu pulang dari Kalimantan setelah perusahaan tambang tempatnya bekerja melakukan pengurangan tenaga kerja.
’’Baru seminggu ini pulang, karena PHK,” ujarnya. Ade sebelumnya bekerja sebagai operator alat berat di sektor pertambangan selama empat tahun. Ia mengaku kini tengah kebingungan mencari pekerjaan di kampung halaman.
’’Sudah empat tahun lebih di sana, sekarang bingung mau kerja apa di Bojonegoro,” tambahnya. Fenomena pekerja pulang kampung karena kehilangan pekerjaan ini sejalan dengan meningkatnya angka PHK secara nasional.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui laman Satu data Kemenaker mengungkap ada sebanyak 42.385 pekerja yang menjadi korban PHK di sepanjang Januari-Juni 2025.
Data tersebut diketahui meningkat sekitar 32,19 persen dibandingkan dengan data PHK Januari-Juni pada 2024 lalu sebanyak 32.064. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya tekanan pada sektor industri di sejumlah daerah, terutama manufaktur, tambang, dan jasa. Dampaknya mulai terasa hingga ke daerah-daerah asal para perantau seperti Bojonegoro.
Kepala Seksi Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro, Agoestin Faridijani, mengatakan bahwa pihaknya belum memiliki data khusus mengenai jumlah pekerja asal Bojonegoro yang terdampak PHK di luar daerah.
’’Ngapunten (maaf), belum ada datanya,” ujarnya. Namun, ia menambahkan, bahwa pekerja yang menjadi korban PHK dapat melaporkan kondisi tersebut ke dinas tenaga kerja setempat. ’’Pelaporan bisa dilakukan ke dinas tenaga kerja di kabupaten masing-masing,” imbuhnya.
Meskipun belum ada data resmi, Agoestin memastikan, bahwa peluang kerja di Bojonegoro masih terbuka bagi masyarakat yang ingin mencari penghidupan di daerah sendiri. Menurutnya, informasi lowongan kerja dapat diakses melalui media sosial resmi Dinperinaker Bojonegoro. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana