RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Penggunaan influencer dinilai memberikan dampak lebih luas dalam penyebaran informasi. Hal tersebut diakui oleh lembaga atau instansi pemerintahan hingga pengusaha.
Namun, harus memilih influencer yang profesional. Karena setiap influencer memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro, Alit Saksama Purnayoga mengatakan, penggunaan influencer untuk kegiatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai dilakukan. Terutama, pada event-event tertentu.
Seperti, pada event peringatan hari koperasi yang dihadiri menteri dan gubernur di Stadion Letjen H Soedirman beberapa waktu lalu. Seluruh rangkaian acara diramaikan oleh influencer. Juga, dari paguyuban Kange Yune.
“Dampak lebih maksimal karena masing-masing influencer punya banyak followers dari berbagai kalangan dan komunitasnya,” ujarnya.
Desainer Muda asal Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro, Engki Edi Saputra mengatakan, pernah menggunakan influencer untuk promosi pada brand bajunya Ready to Wear.
Penggunaan influencer dalam bidang busana dinilai dapat meningkatkan kesadaran merek, kepercayaan, hingga penjualan.
“Tapi, penting untuk memilih influencer yang tepat dan memiliki konten berkualitas agar mencapai hasil yang bagus,” terangnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana