RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di balik rindangnya kebun belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, tak hanya menyimpan dampak ekologis. Namun, juga tersimpan denyut ekonomi. Bahkan, perputaran ekonomi di kawasan agrowisata ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kepala Desa Ngringinrejo Endang Sri Wigati menjelaskan, geliat ekonomi itu bukan hanya berasal dari hasil panen belimbing, tetapi juga dari efek domino agrowisata.
“Agrowisata ini menghidupi petani dan pedagang, sekaligus memicu pertumbuhan usaha transportasi, kuliner, hingga sektor jasa lain,” ujarnya.
Data desa mencatat, saat ini ada 104 petani dan 70 pedagang yang langsung menggantungkan penghasilan di kawasan agrowisata. "Jumlah tersebut belum termasuk para pelaku usaha di luar area wisata yang ikut merasakan berkah dari ramainya kunjungan wisatawan," terangnya.
Tak berhenti pada buah segar, belimbing Ngringinrejo kini telah diolah menjadi berbagai produk turunan, mulai dari minuman segar, manisan, hingga kemasan modern. Diversifikasi ini tidak hanya memperpanjang umur produk, tetapi juga memperluas pasar dan menambah nilai jual.
Agrowisata Belimbing juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Ramainya kunjungan wisatawan mendorong tumbuhnya usaha transportasi, warung makan, hingga homestay. Setiap tahun, festival belimbing dan acara budaya lain menjadi magnet tambahan yang mendatangkan ribuan pengunjung.
Agrowisata ini terbukti tidak hanya menjaga alam, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi. "Setiap orang yang datang ke sini ikut menggerakkan roda ekonomi warga,” imbuh Endang. (*/dan)