Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sektor Ekraf Dinilai Masih Jadi Pilihan Terakhir Oleh Pencari Kerja Bojonegoro

Dhani Wahyu Alfiansyah • Sabtu, 6 September 2025 | 20:52 WIB
PRODUKTIF: Pengrajin kostum karnaval di Bojonegoro terus berkreasi, sebulan terakhir mulai merasakan dampak ramainya pesanan di bulan kemerdekaan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
PRODUKTIF: Pengrajin kostum karnaval di Bojonegoro terus berkreasi, sebulan terakhir mulai merasakan dampak ramainya pesanan di bulan kemerdekaan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tren peningkatan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Bojonegoro memang nyata. Namun, sebagian besar terjadi bukan karena kesadaran untuk  mengembangkan potensi, melainkan karena keterpaksaan.

Banyak lulusan baru (fresh graduate) yang tidak menemukan pekerjaan sesuai jurusan akhirnya  beralih ke sektor ekraf. Ketua Creative Economy Center (CEC) Bojonegoro, Adib Nurdiyanto, mengungkapkan kondisi tersebut berdasarkan fakta di lapangan.

’’Karena banyaknya fresh  graduate, tapi tidak menemukan pekerjaan sesuai jurusan. Akhirnya beralih ke ekonomi kreatif,” ujarnya.

RAMAI: Pengujung CFD di stadion letjend H Sudirman selalu ramai pengujung. Aneka jajanan, mainan, maupun baju dijual(DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
RAMAI: Pengujung CFD di stadion letjend H Sudirman selalu ramai pengujung. Aneka jajanan, mainan, maupun baju dijual(DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)

Adib menambahkan, momen-momen karnaval  yang kini marak hingga tingkat desa turut memberi  ruang bagi pelaku ekraf  untuk berkembang. Dari pengamatan CEC, subsektor makanan dan minuman menjadi yang  paling mendominasi.

’’Rerata pelaku ekonomi kreatif diuntungkan dengan  adanya event karnaval,  yang saat ini merata hingga desa-desa. Didominasi oleh makanan  dan minuman,” imbuhnya.

Meski begitu, ia mengingatkan agar ekraf Bojonegoro tidak hanya bergantung pada momentum  musiman. Inovasi produk  dan strategi pemasaran  yang lebih luas diperlukan, sehingga sektor ini  bisa menjadi pilihan utama, bukan sekadar jalan terakhir bagi para pencari kerja. (dan/bgs) 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#fresh graduate #Ekonomi Kreatif #pekerjaan #karnaval #Ekonomi #ekraf #bojonegoro #Makanan #CEC