RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tren peningkatan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Bojonegoro memang nyata. Namun, sebagian besar terjadi bukan karena kesadaran untuk mengembangkan potensi, melainkan karena keterpaksaan.
Banyak lulusan baru (fresh graduate) yang tidak menemukan pekerjaan sesuai jurusan akhirnya beralih ke sektor ekraf. Ketua Creative Economy Center (CEC) Bojonegoro, Adib Nurdiyanto, mengungkapkan kondisi tersebut berdasarkan fakta di lapangan.
’’Karena banyaknya fresh graduate, tapi tidak menemukan pekerjaan sesuai jurusan. Akhirnya beralih ke ekonomi kreatif,” ujarnya.
Adib menambahkan, momen-momen karnaval yang kini marak hingga tingkat desa turut memberi ruang bagi pelaku ekraf untuk berkembang. Dari pengamatan CEC, subsektor makanan dan minuman menjadi yang paling mendominasi.
’’Rerata pelaku ekonomi kreatif diuntungkan dengan adanya event karnaval, yang saat ini merata hingga desa-desa. Didominasi oleh makanan dan minuman,” imbuhnya.
Meski begitu, ia mengingatkan agar ekraf Bojonegoro tidak hanya bergantung pada momentum musiman. Inovasi produk dan strategi pemasaran yang lebih luas diperlukan, sehingga sektor ini bisa menjadi pilihan utama, bukan sekadar jalan terakhir bagi para pencari kerja. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana