RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kabar bahagia dan wajah semringah terlihat dari raut wajah para warga Blora yang menjadi penerima bantuan pangan (PBP). Sebab, bantuan beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) akhirnya tersalurkan kepada 79.715 warga.
Rinciannya, per orang mendapatkan 10 kilogram dalam sebulan. Pimpinan Cabang Bulog Pati Nur Hardiansyah mengatakan, pihaknya telah menyuplai bantuan beras yang diagendakan sejak Juni lalu. Hanya, disalurkan secara akumulatif di akhir Juli.
’’Ini disalurkan langsung dua kali. Jadi, per orang dapat 20 kilogram,” terangnya.
Ia juga menegaskan, agar masyarakat penerima manfaat mengecek kualitas beras yang diterima. Jika ada yang menerima dengan kualitas kurang baik, maka bisa dilaporkan untuk meminta ganti yang lebih baik.
’’Kami siap mengganti dengan beras yang lebih baik. Kami ada mekanisme penukaran. Kalau memang benar-benar tidak layak langsung lapor, dalam 1x24 jam langsung kami ganti,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada masyarakat agar tidak memperjualbelikan beras itu. ’’Memang sudah sehar usnya jadi konsumsi sehari-hari saja. Tidak perlu diperjualbelikan,” ujarnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pertanian, Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Pamuji Retno mengatakan, terdapat 79.715 warga PBP yang mendapatkan 20 kilogram beras dalam dua bulan.
Baca Juga: 306 Warga Blora Dapat Bantuan Pasang Listrik Sepanjang 2024
’’Berarti ada 1.594 ton yang telah tersalurkan. Hari ini terakhir. Tinggal kecamatan Ngawen,” terangnya.
’’Kami pastikan hari ini tersalurkan semua. Jika ada yang menerima beras yang kualitasnya buruk, maka bisa ditukarkan. Kami sudah matur ke kepala desa atau camat masing-masing wilayah untuk mengawal itu,” tandasnya.
Di sisi lain, salah satu warga penerima bantuan, Mujiati mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Terlebih untuk kebutuhan dapur di rumah.
’’Alhamdulillah lumayan dapat 20 kilogram. Buat makan di rumah sekeluarga,” ujar perempuan yang kesehariannya sebagai buruh tani itu. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana