RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro menyebut penurunan jumlah wisatawan khususnya lokal dikarenakan daya beli yang kian menurun. Sehingga perlu upaya lebih dalam menggerek kunjungan lokal maupun mancanegara melalui promosi masif hingga kolaborasi seluruh stakeholder.
Kepala Disbudpar Bojonegoro Welly Fitrama menuturkan, penurunan jumlah wisatawan karena daya beli yang menurun dalam beberapa waktu terakhir. Juga, dimungkinkan karena adanya wisata baru di luar daerah yang menyita perhatian masyarakat.
‘’Memang daya beli turun. Teman-teman ekraf (ekonomi kreatif ) kuliner menyampaikan juga ada penurunan pendapatan karena daya beli ini,’’ ujar Welly sapaan akrabnya, Rabu (2/7).
Menurutnya, daya beli ini menjadi salah satu indikator kunjungan wisata di Bojonegoro. Sehingga, dilakukan beberapa upaya untuk menggerek wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata di Bojonegoro.
Di antaranya meningkatkan promosi melalui media sosial (medsos) atau media online. Serta, event atau kegiatan baik di dalam maupun luar kabupaten.
Kemudian, juga menambah penampilan yang cukup disukai masyarakat sekitar seperti reog.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Kurang Maksimal, Pengamat Minta Pemkab Lebih Serius dalam Promosi
“Mengenalkan Bojonegoro di acara atau event juga menjadi upaya. Menguatkan posisi Bojonegoro dalam artian untuk muncul ke permukaan. Seperti semangat Medhayoh yang harapannya tidak hanya orang Bojonegoro tapi luar daerah juga berkunjung,” klaimnya.
Dia menambahkan, mengenalkan potensi Bojonegoro ke luar daerah maupun masyarakat sendiri juga mencari cara. Untuk lebih mengenal dan mengetahui apa yang dimiliki.
Pihaknya juga mengaku, ada evaluasi di beberapa destinasi wisata yang perlu diperbaiki. Misal evaluasi dari tim validasi Unesco Global Geopark (UGGp).
“Dan kami juga ada evaluasi seperti tempat wisata kurang A, B, dan masyarakat sekitar wisata atau potensi juga penting untuk mengetahui itu. Rencana kami juga mengadakan diskusi dengan pokdarwis (kelompok sadar wisata) apa yang dibutuhkan. Memaksimalkan itu,” beber dia. (yna/msu)