RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tercatat sebanyak 763 pencari kerja (pencaker) selama lima bulan di Bojonegoro. Rerata masih didominasi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) seperti dua tahun terakhir. Klaimnya, pemerintah kabupaten (pemkab) melalui dinas perindustrian dan tenaga kerja (disperinaker) melakukan pelatihan berbasis kompetensi untuk mengurangi angka penganguran.
‘’Data pencaker saat ini selama lima bulan per Mei,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Agoestin Faridijani, Kamis (26/6).
Berdasar data disperinaker, per Mei tercatat sebanyak 763 pencaker. Mulai dari pendidikan terakhir sekolah dasar (SD) hingga magister. Rinciannya, pendidikan terakhir SD sederajat sejumlah 14 pencaker; dan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat terdata 22 pencaker. Kemudian, sekolah menengah atas (SMA) sederajat sebanyak 122 pencaker.
Sedangkan, pencaker tertinggi dari pendidikan terakhir SMK sebanyak 493 pencaker. Dilanjutkan, lulusan diploma sejumlah sepuluh pencaker; sarjana sebanyak 101 pencaker; dan magister satu pencaker. Tercatat pada 2023 hingga Mei 2025 pencaker terbanyak dari lulusan SMK sederajat.
Ida, sapaan akrabnya menjelaskan, data pencaker berdasar pengajuan kartu pencari kerja atau AK1. Sementara, lulusan SMK terbanyak mencari kerja, menurut dia, masih relevan dengan kurikulum yang menerapkan para lulusan bebas memilih bekerja, mandiri, berwirausaha (BMW).
Dia melajutkan, dalam menyikapi angka pengangguran atau pencaker dilakukan pelatihan berbasis kompetensi. Misal keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan operator forklift. ‘’Upaya yang dilakukan ada pelatihan berbasis kompetensi,” bebernya. (yna/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana