RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sepinya pasar tradisional harus menjadi perhatian. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan sumber ekonominya dari situ. Pasar-pasar yang sepi pengunjung itu bakal dikaji oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkopum) Bojonegoro.
Disdagkopum menyarankan para pedagang pasar agar menjangkau market offline maupun online.
‘’Pemkab punya 16 pasar daerah. Untuk pasar yang sepi, kami akan melakukan kajian," klaim Kepala Disdagkopum Bojonegoro Retno Wulandari dalam rapat Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2024, Rabu (11/6).
Dia berpendapat, zonasi dalam penataan pasar tradisional juga berpengaruh terhadap keramaian pasar. Menyikapi kondisi sepinya pasar tradisional, pihaknya menyarankan melakukan dua jenis pasar. Meliputi offline dan online.
Namun, pasar online hanya bisa dilakukan pedagang dengan jenis dagangan kering. Bukan pedagang makanan basah. Seperti pedagang seperti konveksi atau sembako.
Namun, pihaknya mengakui tidak semua pedagang mampu berjualan secara online. Menurutnya, ini merupakan suatu tantangan.
"Ini jadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan kemampuan pedagang agar bisa memasarkan secara online. Kami juga bekerja dengan komunitas lokal di sekitar pasar untuk menggerakkan pasar daerah," katanya. (yna/zim)
Editor : M. Nurkhozim