RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tidak hanya sekadar menjadi etalase keindahan alam. Warisan geologi yang kini menjadi Geopark Nasional Bojonegoro ini diharapkan menjadi modal penggerak ekonomi. Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Bojonegoro.
‘’Kami berkomitmen untuk pergerakan atau mendorong ekonomi kemandirian masyarakat. Tentu Geopark ini menjadi modal kami sebagai penggerak ekonomi di Bojonegoro,’’ kata Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Orang nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut menyampaikan, Geopark Nasional Bojonegoro mulai 2017 sudah melakukan kolaborasi lintas sektor.
Dan, partisipasi aktif dengan masyarakat yang sama-sama berkomitmen untuk mengembangkan Geopark sebagai wahana edukasi, konservasi, destinasi wisata, dan pemberdayaan masyarakat.
‘’Harapannya, bisa mendorong pembangunan ekonomi Bojonegoro berkelanjutan yang berbasis pemberdayaan masyarakat,’’ lanjutnya.
Geopark Nasional Bojonegoro memiliki keunikan tersendiri, seperti struktur geologi yang menarik pada Geosite Antiklin Kawengan. Beberapa juga menawarkan warisan budaya lokal dan keanekaragaman hayati. Sehingga, menjadi tugas bersama untuk pelestarian Geopark di Bojonegoro.
Dia melanjutkan, Geopark ini sudah ada sejak zaman Belanda. Memiliki keunikan yang menarik. Sehingga, diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, ilmuwan, dan generasi ke depan.
Khususnya, dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, edukasi, dan konservasi. Dengan adanya orang luar yang masuk ke Bojonegoro, akan dapat meningkatkan pergerakan ekonomi.
‘’Dengan adanya revalidasi Geopark Nasional Bojonegoro diharapkan mampu menjadi salah satu rujukan dari UNESCO sebagai salah satu pengembangan untuk menjadikan UNESCO Global Geopark (UUGp),’’ harapnya.
Kunjungan lapangan validasi ulang Geopark Nasional Bojonegoro masih berlangsung hingga Kamis (12/6).
Setelah melaksanakan kunjungan ke Pusat Informasi Geopark (PIG); Agrobelimbing Desa Ngringinrejo; Penangkaran Rusa Malo; dan Wisata Edukasi Gerabah Desa Rendeng.
Kemudian Geosite Antiklin Kawengan; Rumah Singgah Wonocolo; Petroleum Geoheritage Wonocolo; dan Sentra Bubut Jati Bathokan Kasiman kemarin (11/6).
Kamis (12/6) Tim Revalidasi Geopark Nasional Bojonegoro akan kembali melakukan kunjungan lapangan di titik lokasi di Geosite Kedung lanthung Desa Dredes, Kecamatan Sugihwaras; Sentra UMKM Batik Desa Jono; Geosite Gigi Hiu Desa Jono; Hutan Jati Bubulan; dan Negeri Atas Angin. (ewi/msu)
Editor : Muhammad Suaeb