Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dinperinaker Blora: 150 Warga Beradu Nasib Jadi TKI Sepanjang 2024, Kebanyakan dari Todanan dan Cepu

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 11 April 2025 | 20:48 WIB
ILustrasi PMI (Ainur Ochiem/R.Bjn)
ILustrasi PMI (Ainur Ochiem/R.Bjn)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Warga Blora yang berangkat menjadi pekerja migran hingga akhir tahun lalu sebanyak 150 orang. Kecamatan Todanan dan Cepu menjadi wilayah yang paling banyak.

Sulitnya mencari pekerjaan dan ingin meningkatkan ekonomi keluarga menjadi alasan warga rela menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Salah satu warga Kecamatan Cepu yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, dirinya ingin menjadi TKI di Korea Selatan.

Pilihan tersebut diambil lantaran ingin memperbaiki ekonomi keluarga. Sebab, di tempat kelahirannya sulit mencari pekerjaan. ’’Sudah pelatihan bahasa Korea dan kemungkinan tahun ini berangkat,” ungkap pria usia 23 tahun itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Blora Endro Budi Darmawan mengungkapkan, minat warga menjadi TKI di daerah cukup banyak. Faktor ekonomi dan gaji besar di luar negeri dibanding di negara sendiri menjadi alasan warga.

Data yang direkapitulasi akhir tahun lalu, tercatat 150 orang yang menjadi pekerja migran. ’’Tren jumlah TKI dari Blora meningkat tahun lalu,” katanya. Endro menjelaskan, warga yang menjadi TKI tahun lalu berasal dari 16 kecamatan.

Terbanyak dari Kecamatan Todanan yakni 61 orang, disusul Kecamatan Cepu 14 orang dan kecamatan kota 11 orang. Tujuan mereka di negara Malaysia, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, Yordania, Saudi Arabia, Brunei Darussalam, Kroasia, Singapura, Polandia.

’’Kebanyakan pekerja migran ini menjadi asisten rumah tangga, pekerja perkapalan, dan pekerja pabrik,” ungkapnya. Pihaknya mengimbau, agar para pekerja migran yang ingin berangkat melalui agensi resmi.

Sebab, jika melalui jalur ilegal, maka pemerintah akan sulit memberikan bantuan jika terjadi masalah saat bekerja. ’’Dipastikan PJTKI-nya resmi dan sebelum berangkat mendaftar dulu di disperinaker,” harapnya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#dinperinaker #tenaga kerja #cepu #pekerja migran #Ekonomi #TKI #Disperinaker #korea selatan #blora #dinperinaker blora #Todanan