RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jasa penukaran uang baru yang biasanya dijajakan di jalan-jalan protokol Bojonegoro saat Ramadan, tahun ini lengang. Sebab, penukaran uang baru pada Lebaran 2025, tidak lagi bisa dilakukan sembarangan.
Namun, warga mengeluhkan sulitnya menukar uang baru melalui layanan resmi Bank Indonesia (BI). Terlebih, sebagian bank di Bojonegoro hingga kemarin (25/3) mulai kehabisan stok uang baru.
Sejak pendaftaran dibuka di situs BI pada 16 Maret lalu, masih ada masyarakat yang kesulitan mengakses laman tersebut. Warga bahkan mengaku baru bisa masuk setelah mencoba berkali-kali. ‘’Mungkin karena terlalu banyak yang mengakses secara bersamaan,” terang Ade Pamungkas, warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota.
Perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Khairul Huda menyampaikan, bahwa ramainya tren penukaran uang baru menjelang Lebaran ini, membuat BSI kehabisan stok. ‘’Sebenarnya tinggal datang saja ke kantor cabang, namun untuk saat ini penukaran uang barunya sudah close,” ungkapnya.
Khariul Huda menambahkan, bahwa penukaran uang baru sejak awal puasa ini, membuat BSI kehabisan stok dan harus menunggu kembalinya distribusi. ‘’Kemarin (24/3) sudah habis, stoknya sudah gak ada dan belum ada distribusi lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Administrator Bank BRI Bojonegoro Karina Sari menyampaikan, bahwa penukaran uang baru tahun ini memang berbeda, dan masyarakat yang ingin menukarkan uang perlu mendaftar lebih dulu ke lama yang tersedia. ‘’Untuk penukaran uang baru sekarang sistemnya harus daftar lewat website dulu,” terangnya.
Karina menambahkan, bahwa pendaftaran secara resmi yakni di aplikasi Pintar Bank Indonesia (BI) itu, nantinya bakal disediakan kuota yang masih tersisa di masing-masing wilayah. ‘’Kalau sudah dapat kuota baru ditukarkan di bank,” imbuhnya kemarin (25/3). (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana