Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dolan Pasar: Lima Pasar Tradisional Masih Aktif, Geliat Pasar Tumplek di Perempatan Ngasem

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 24 Maret 2025 | 22:09 WIB
(DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
(DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Lesunya geliat pasar tradisional sebagian kecamatan di Bojonegoro seakan tak berdampak besar di pasar tradisional Kecamatan Ngasem. Bahkan, geliat ekonomi pasar sebenarnya terletak di depan masjid besar Al-Muttaqin itu. Kini, lapak pedagang meluap sekitar 100 meter di depan pasar hingga perempatan Ngasem.

Luapan pedagang dan pembeli di Pasar Ngasem sejak pukul 02.00 WIB dini hari itu, mulai akrab disebut pasar tumplek (tumpah) sejak lima tahun terakhir. Keberadaan wilayah Kecamatan Ngasem yang strategis berada di tengah wilayah geografis kabupaten Bojonegoro, diduga menjadi penyebabnya.

Rukamah salah satu pedagang mengungkapkan, bahwa keberadaan pasar tumplek tersebut lebih mempermudah akses tak hanya bagi pembeli, tapi juga pedagang sepertinya. ’’Dulu saya harus pergi ke Pasar Dander untuk kulakan, sekarang bisa lebih dekat ke Pasar Ngasem,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Menurutnya, sebelum ramainya Pasar Ngasem, para penjual sayur keliling harus kulakan ke Pasar Dander atau pasar lain. Namun, dengan hadirnya Pasar Ngasem, mereka kini bisa memperoleh barang dagangan dengan lebih mudah dan efisien. ’’Ini sangat menghemat bensin dan waktu,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Ngasem Agus Setya mengungkapkan, bahwa keberadaan pasar tumplek tersebut, sebenarnya baru dimulai tepat sebelum pandemi atau periode 2019 lalu. ’’Awalnya memang tidak sengaja, tapi kini sudah dikola desa,” ungkapnya. Diketahui, saat ini sudah lebih 100 pedagang dan seluruhnya menyumbang pemasukan desa.

Camat Ngasem Iwan Sopian mengungkapkan, saat ini masih terdapat beberapa pasar tradisional yang masih aktif di Kecamatan Ngasem, yakni dua pasar besar Pasar Ngasem dan Pasar Jampet.

Kemudian, pasar lain Pasar Templek di Desa Ngantru dan Pasar Ndoro di Desa Trenggulunan, dan Pasar Kolong. ’’Saat ini, terdapat lima pasar tradisional yang masih aktif,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pasar yang masih bertahan yakni pasar di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, meski dengan kondisi yang tidak terlalu ramai. ’’Pasar ini sudah ada sejak saya kecil. Waktu itu ramai sekali, orang-orang datang ke sini buat belanja kebutuhan sehari-hari. Sekarang sudah beda, sudah sepi,” terang Sukardi, 69.

Kemudian, keberadaan pasar tradisional lain di Kecamatan Ngasem rerata bertahan, meski tanpa adanya sentuhan pembangunan. ’’Kami berharap ada perbaikan fasilitas, supaya pasar ini semakin nyaman bagi pembeli,” ungkap Indah di Pasar Templek, Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem. (dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pasar #Ngasem #pasar templek #geliat ekonomi #pasar tradisional #Ekonomi #dander #Pasar Ngasem #bojonegoro #Perempatan #Pedagang