RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Selasa, 18 Maret 2025. Berdasarkan informasi dari situs Logam Mulia, harga emas Antam naik sebesar Rp 4.000 dari harga sebelumnya, sehingga kini berada di angka Rp 1.745.000 per gram. Kenaikan ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Jumat, 14 Maret 2025, di level Rp 1.742.000 per gram.
Kenaikan harga emas ini juga berdampak pada berbagai ukuran emas batangan yang dijual Antam. Untuk ukuran terkecil, yaitu 0,5 gram, kini dipatok dengan harga Rp 922.500. Sementara itu, emas Antam dengan berat 10 gram dibanderol seharga Rp 16.945.000, dan untuk ukuran terbesar, yakni 1.000 gram atau 1 kg, harganya mencapai Rp 1.685.600.000.
Baca Juga: Dolan Pasar: Empat Tahun Pasca Renovasi, 112 Kios Pasar Sroyo Kosong Tanpa Pedagang
Berikut rincian harga emas Antam per 18 Maret 2025:
- 0,5 gram: Rp 922.500
- 1 gram: Rp 1.745.000
- 2 gram: Rp 3.430.000
- 3 gram: Rp 5.120.000
- 5 gram: Rp 8.500.000
- 10 gram: Rp 16.945.000
- 25 gram: Rp 42.237.000
- 50 gram: Rp 84.395.000
- 100 gram: Rp 168.712.000
- 250 gram: Rp 421.515.000
- 500 gram: Rp 842.820.000
- 000 gram: Rp 1.685.600.000
Selain harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami perubahan. Harga buyback yang sebelumnya berada di level Rp 1.590.000 per gram kini turun menjadi Rp 1.549.000 per gram. Harga buyback ini merupakan acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan mereka ke Antam.
Kenaikan harga emas Antam ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan lonjakan harga emas di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Emas sering dianggap sebagai investasi yang aman, terutama saat terjadi inflasi atau gejolak ekonomi.
Dengan harga emas yang terus mencetak rekor tertinggi, masyarakat yang berinvestasi dalam emas batangan dapat mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang. Sementara itu, bagi yang ingin membeli emas sebagai investasi, disarankan untuk selalu memantau pergerakan harga dan mempertimbangkan waktu yang tepat untuk bertransaksi. (oss/mgg)
Editor : Hakam Alghivari