RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kecamatan Kanor memiliki dua pasar yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Kedua pasar tersebut adalah Pasar Maju Raya di Desa Sroyo dan Pasar Kanor Desa Tambahrejo. Kedua pasar tersebut menjadi pusat ekonomi masyarakat Kanor dan sekitarnya.
Kedua pasar tersebut telah direnovasi beberapa tahun lalu. Tepatnya 2021 lalu untuk Pasar Maju Raya dan Pasar Kanor pada 2020. Sehingga saat ini kondisinya modern, namun lebih sepi dibanding sebelumnya. Persaingan dengan toko online dan modern menjadi penyebab.
Sukanti pedagang Pasar Maju Raya mengatakan, kondisi pasar saat ini lebih sepi dibandingkan saat masih di Pohwates. Banyaknya jumlah penjual menjadi salah satu penyebab turunnya jumlah pembeli. Pasar ini mulai beroperasi sejak pukul 02.00 dini hari dan mulai sepi menjelang pukul 11.00 siang.
‘’Pada dini hari hingga pukul 07.00 pagi, pelanggan utama pasar ini adalah penjual sayur keliling. Setelah itu, hanya tersisa pembeli biasa,” ungkapnya
Kepala Pengelola Pasar Maju Raya Irfan Deri Cahyono mengatakan, pasar ini memiliki total 237 kios, tetapi hanya 125 kios yang terisi, sementara 112 kios lainnya masih kosong.
Biaya sewa tempat bagi pedagang lesehan sebesar Rp2.500 per hari, sedangkan sewa toko bervariasi antara Rp100.000 hingga Rp250.000 setiap bulan, tergantung lokasi dan ukuran kios.
Sementara itu, Khofif pedagang aksesoris di Pasar Kanor, memilih meneruskan usaha orang tuanya sejak tahun 2019. Dulu pasar ramai oleh pembeli, namun belakangan ini semakin sepi karena banyak orang lebih memilih berbelanja secara online.
‘’Dulu pasar ini selalu ramai, tapi sekarang sudah mulai sepi. Banyak orang lebih suka belanja online karena lebih praktis,” ungkapnya.
Pasar Kanor sendiri memiliki lebih dari 20 kios yang aktif digunakan pedagang. Dari segi kebersihan dan keamanan, pasar ini terjaga dengan adanya pengelola yang membersihkan area pasar dua kali sehari. Tepatnya pagi dan setelah pedagang selesai berjualan. (oss/nnd/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana