BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pasar Gayam satu-satunya pasar tradisional di Ring 1 Blok Cepu yang masih eksis. Pasar yang sebelum dibangun infrastruktur hanya beroperasi dua hari dalam sepekan. Kini mulai beroperasi setiap hari.
Menurut Gemi, salah satu pedagang di Pasar Gayam, kondisi pasar sebelum 2021 sangat memprihatinkan. Saat belum ada perbaikan infrastruktur.
Pasar hanya buka dua hingga tiga kali dalam seminggu. Namun, pascaperbaikan pasar buka setiap hari. Sebab, sudah ada fasilitas memadai.
‘’Dulu kalau musim hujan pasti becek dan fasilitasnya kurang. Sekarang lebih bersih, aman, dan nyaman,” katanya.
Menurut dia, perbaikan infrastruktur berdampak besar pada perekonomian pedagang. Pendapatan meningkat saat pasar dibuka setiap hari.
Sundari salah satu pembeli mengatakan, Semenjak renovasi belanja lebih nyaman. ‘’Dulu pasar kurang tertata dan fasilitas minim. Sekarang lebih bersih, tertib, dan banyak kios buka. Jadi, kebutuhan mudah didapat,” ucapnya.
Dia mengatakan, perbaikan dilakukan berupa peningkatan sarpras termasuk drainase. Juga, kios yang mulai tertata rapi dan bertambah jumlah sehingga banyak pilihan barang tersedia.
Pasar Gayam kini menjadi salah satu pusat perekonomian di Kecamatan Gayam.
Dia mendorong terus dilakukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur. ‘’Kami harap kondisi ini terus dipertahankan sehingga pasar dapat terus berkembang. Kondisi yang lebih layak membuat pedagang dan pembeli dapat merasakan manfaat,” ungkap Sundari.
Baca Juga: Dolan Pasar: Pedagang Merasa Kian Tak Terkelola, Pasar Blimbinggede Ngraho Makin Sepi
Camat Gayam Palupi Hadi Ratih Dewanti menyampaikan, pasar tradisional di Kecamatan Gayam hanya ada satu, yakni Pasar Desa Gayam. Dikelola badan usaha milik desa atau BUM Desa. Sebelumnya, kata dia, pasar hanya buka saat pasaran atau hari tertentu. Tapi, saat ini buka setap hari. Tepatnya setelah adanya pembangunan.
Menurut Palupi, pembeli tidak hanya datang dari kecamatan setempat, tapi juga Kecamatan Purwosari, Kalitidu, hingga Ngasem. ‘’Ke depan pasar tradisional memang harus dijaga. Kemarin sudah kami sampaikan ke pemdes (pemerintah desa) saat musdes (musyawarah desa) agar (pasar) jangan sampai mematikan para pedagang tradisional. Kasihan nanti,” ucapnya.
Dia menambahkan, menyikapi perkembangan tekonologi saat ini belum dilakukan pelatihan atau sosialisasi berjualan secara online. Namun, rencananya pasar bakal menampug produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) se-Kecamatan Gayam. ‘’Mungkin bisa juga dengan bentuk konsinyasi (kerja sama),” tutur dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana