Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tergeser Toko Online, Puluhan Kios dan Los Pasar Sido Makmur Blora Tutup

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 30 Januari 2025 | 20:21 WIB
SEPI: Ada puluhan kios dan los di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora tutup. Lantaran semakin sepi yang mengakibatkan omzet menurun. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)
SEPI: Ada puluhan kios dan los di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora tutup. Lantaran semakin sepi yang mengakibatkan omzet menurun. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Terdesak pasar online, Pasar Tradisional Sido Makmur tampak semakin sepi. Imbasnya sejumlah pedagang terpaksa menutup kios dan los. Pantauan lapangan, di blok A saja, ada 20 kios lebih yang terpaksa ditutup pedagang. Karena omzet menurun drastis.

Pada kios dan los yang tutup itu kemudian beberapa ditempel stiker peringatan dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora. Stiker itu bertuliskan kios atau los ini dalam pengawasan Dindagkop UKM Blora.

Kepala Pasar Sido Makmur Suno menjelaskan, bahwa pasar yang terdiri atas lima blok itu berkapasitas 2.000 lebih pedagang. Sayang, kini ada puluhan kios/los kosong. ’’Kondisinya pasar agak sepi. Jadi, pedagang mengeluh. Sebagian tidak jualan,” katanya.

Ia akui tak tahu angka pasti berapa kios dan los yang kosong. Namun, ia menyebut puluhan, tak sampai ratusan. Menurutnya, ada beberapa penyebab. Pertama, karena pasar tersebut baru. Yakni, pindahan dari yang semula di sebelah selatan alun-alun. ’’Jadi, tidak mudah kalau pasar baru itu,” imbuhnya.

Faktor berikutnya, maraknya online shop. Sehingga, mengubah aktivitas jual beli yang tak selalu pergi ke pasar tradisional dan konvensional. ’’Indikasi terjadinya kondisi banyak jualan online, ini jadi salah satu pemicu,” paparnya.

Kosongnya puluhan kios dan los itu menurutnya berdampak berkepanjangan. Lantaran pedagang yang tak jualan tentu tak membayar retribusi. Meski mereka sudah tercatat di sistem. ’’Sehingga, capaian retribusi hanya mampu 50 persen dari target,” imbuhnya.

Beberapa cara sebenarnya sudah ditempuh. Seperti membuat acara-acara di pasar. Terutama dilakukan para paguyuban. Seperti bekerja sama dengan pihak lain, dari perbankan, diler, hingga perusahaan makanan. ’’Sudah ada promo, event, dan lain-lain. Namun, belum maksimal,” jelasnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Pasar Sido Makmur #pasar online #pasar #pasar tradisional #online shop #kios #los #Retribusi #alun-alun #UKM #blora #Dindagkop UKM Blora #dindagkop ukm #Pedagang