BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah (PR) setiap tahun. Bahkan, angka pengangguran masih di angka 4,42 persen per Agustus 2024. Pemerintah kabupaten (pemkab) dipicu segera menciptakan lapangan kerja.
Lulusan sekolah menengah atas (SMA) mendominasi angka penganggguran, dan tamatan sekolah menengah kejurusan (SMK) menjadi pencari kerja (pencaker) terbanyak.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, lulusan SMA mendominasi angka pengangguran hingga 53 persen. Kemudian, disusul tamatan SMK dengan persentase 19 persen; tidak tamat atau lulusan sekolah dasar (SD) 11 persen; perguruan tinggi 9 persen; dan sekolah menengah pertama (SMP) 8 persen.
Untuk angkatan kerja mengalami kenaikan dari 786,5 ribu jiwa di 2023 menjadi 787,3 ribu jiwa pada 2024. Dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sejumlah 73,86 persen.
Kasi Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Agoestin Faridijani menyampaikan, sebanyak 1.730 jiwa penduduk mencari kerja di 2024.
Mulai dari lulusan SD sederajat hingga S-2. Rinciannya SD sejumlah 37 pencaker; madrasah ibtidaiyah (MI) dua pencaker; SMP sebanyak 88 pencaker; dan madrasah tsanawiyah (MTs) sejumlah 27 pencaker.
Selanjutnya lulusan SMA sebanyak 283 pencaker; madrasah Aliyah (MA) sejumlah 88 pencaker; SMK terbanyak dengan angka 969 pencaker; D-I lima pencaker; D-III sejumlah 23 pencaker; D-IV sembilan pencaker; S-1 sebanyak 206 pencaker; dan S-2 dua pencaker. Sebelumnya, Ida sapaan akrabnya mengatakan, data pencaker berdasarkan permohonan kartu kuning atau AK-1 sebagai kartu tanda pencari kerja. ‘’Iya, berdasar AK-1,” lanjutnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana