BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Jelang momen libur nataru tahun ini belum banyak memengaruhi pergerakan wisatawan hingga okupansi hotel di Bojonegoro. Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Kabupaten Bojonegoro mengklaim masih stabil, meski telah memasuki libur panjang akhir tahun.
’’Masih stabil, tidak ada peningkatan signifikan,” ungkap Ketua PHRI Bojonegoro Muh Subeki kemarin (22/12). Selain itu, sejumlah reservasi di puncak libur pada 25 Desember hingga 1 Januari pun masih belum ada pergerakan.
Menurutnya, meski cukup banyak lokasi wisata yang bermunculan di Bojonegoro. Namun, hal tersebut tidak berpengaruh. Sebab, masih belum ada event-event skala besar, yang memacing wisatawan dari luar daerah. ’’Okupansi baru terlihat meningkat, bila ada event-event skala Nasional di Bojonegoro,” imbuhnya.
Bahkan, pada momen-momen libur panjang seperti nataru, yang notabene menjadi momen terdongkraknya okupansi. Menurutnya, hal itu hanya berlaku di kota-kota yang memiliki kultur wisata atau event besar. ’’Hal itu membuat masyarakat lebih milih berwisata di luar Bojonegoro,” bebernya.
Sementara itu, sejumlah tempat lokasi wisata di Bojonegoro, diketahui masih belum ada jadwal event pada momen Nataru. Salah satunya, wisata legendaris di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, yakni Kayangan Api. ’’Masih belum ada jadwal event untuk saat ini,” ungkap Sarji, koordinator pengelola obyek wisata Kayangan Api. (dan/bgs)
Editor : Hakam Alghivari