Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jelang Nataru, Harga Bumbu Dapur di Bojonegoro Merangkak Naik

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 15 Desember 2024 | 20:12 WIB
MERANGKAK NAIK: Harga bumbu dapur menjelang Nataru merangkak naik. Diprediksi akan terus mengalami kenaikan hingga Ramadan mendatang. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
MERANGKAK NAIK: Harga bumbu dapur menjelang Nataru merangkak naik. Diprediksi akan terus mengalami kenaikan hingga Ramadan mendatang. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tren harga bumbu dapur naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Bahkan, diprediksi terus mengalami kenaikan hingga Januari mendatang.

Alasannya mendekati Tahun Baru Imlek dan Ramadan. ‘’Mulai minggu ini harga tren naik. Terutama cabai,’’ kata Erna Fitrianti pedagang Pasar Wisata (Parwis) kemarin (14/12).

Dia menyebutkan, tren harga bumbu dapur yang mengalami kenaikan di antaranya cabai rawit awalnya Rp 27 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram (kg); cabai keriting Rp 22 ribu naik menjadi Rp 26 ribu per kg; dan bawang putih dari Rp 36 ribu menjadi Rp 38 ribu per jg.

Kemudian, telur juga merangkak naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg dan minyak goreng dari Rp 16 ribu menjadi Rp 17 ribu per kemasan (sesuai jenis dan ukuran). Erna melanjutkan, kenaikan harga bumbu dapur dan kebutuhan lainnya disinyalir karena mendekati Nataru.

Bahkan, menurutnya, belum bisa diprediksi kapan mengalami penurunan harga dan berpotensi naik hingga beberapa bulan ke depan. ‘’Belum bisa dipastikan (kapan harga turun). Soalnya akhir Januari sudah mendekati Imlek dan Ramadan,’’ prediksinya.

Andrian pedagang bumbu dapur lainnya menambahkan, rerata jenis cabai mengalami kenaikan. Seperti cabai keriting dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg; cabai rawit dari Rp 28 ribu naik di Rp 33 ribu dan menjadi Rp 36 ribu per kg; dan cabai lalap Rp 25 menjadi Rp 28 ribu per kg.

Dilanjutkan, cabai lompong merah Rp 28 ribu ke Rp 30 rb per kg dan lompong hijau awalnya Rp 26 ribu menjadi Rp 28 ribu per jg. Tidak hanya cabai, lanjut dia, telur juga mengalami kenaikan dari Rp 28 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg. ‘’Telur ini juga kemungkinan naik terus. Barang-barang ini atau bumbu dapur merangkak naik karena mendekati nataru,’’ katanya.

Dian sapaan akrabnya memprediksi, kebutuhan dapur lainnya akan turut naik dalam beberapa hari ke depan. Di antaranya gula pasir, terigu, sampai mentega. Menurutnya, kemungkinan stabil dan tren turun di antara akhir Januari hingga awal Februari. ‘’Barang-barang atau bumbu dapur lain kemungkinan akan mengalami kenaikan juga. Tapi, kalau harga cabai tidak bisa diprediksi,’’ kata pria asal Keluaran Ledok Kulon, Kecamatan Kota itu. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bumbu dapur #Cabai #terigu #bawang putih #mentega #cabai keriting #nataru #gula pasir #harga #pasar wisata #bojonegoro #tahun baru #Harga Bumbu Dapur #cabai rawit