Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pembukaan Minimarket Modern di Kecamatan Ngambon Picu Ragam Reaksi Masyarakat

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:30 WIB
EKONOMI: Minimarket modern baru buka di kawasan Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
EKONOMI: Minimarket modern baru buka di kawasan Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kehadiran minimarket modern seperti Indomaret di wilayah perdesaan sering kali menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Hal serupa terjadi di Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, di mana Indomaret baru saja membuka gerainya.

Kehadirannya menuai beragam tanggapan dari warga. Baik dari para pembeli maupun pemilik usaha tradisional yang sudah lebih dahulu berdiri. Salah satu warga yang merasakan dampak dengan adanya Indomaret adalah Alvin, seorang penduduk setempat. Alvin menyebut, bahwa keberadaan Indomaret membawa kemudahan bagi masyarakat.

’’Dengan adanya Indomaret di Ngambon ya bagus, soalnya rokok yang dijual di Indomaret harganya lebih murah dan produk yang dijual lebih lengkap daripada toko kelontong. Apalagi di daerah Kecamatan Ngambon dan sekitarnya, kalau pengin beli sesuatu yang nggak ada di toko kelontong, biasanya harus ke Bravo Bojonegoro atau Cepu,” jelas Alvin.

Menurutnya, keberadaan Indomaret dapat mempermudah warga yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Namun, tidak semua pihak menyambut Indomaret dengan antusias.

Ilmi, pemilik toko kelontong di daerah tersebut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap persaingan yang kian ketat. ’’Sebelum ada Indomaret, sudah ada BMT NU Mart, dan sekarang ada Indomaret lagi. Jelas kalah saing, barang yang dijual di toko kecil seperti toko saya enggak bisa bersaing dengan market besar seperti BMT NU Mart dan Indomaret,” keluhnya.

Ia juga menambahkan, bahwa barang-barang di Indomaret lebih lengkap, sehingga masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di sana. Meski demikian, Ilmi tidak ingin menyerah begitu saja. Ia mencoba mencari solusi dengan membuka usaha lain. ’’Sekarang saya juga putar otak untuk usaha lain, selain toko, yaitu laundry,” imbuhnya.

Keputusan ini diambilnya untuk mempertahankan usahanya di tengah persaingan yang semakin berat. Ia yakin bahwa setiap rezeki sudah diatur oleh Tuhan, namun ia tetap berusaha untuk tetap bertahan dalam dunia usaha.

Lain halnya dengan Totok, pemilik toko grosir di Ngambon yang mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan kehadiran Indomaret. Menurutnya, keberadaan minimarket modern ini sudah menjadi bagian dari perkembangan zaman.

’’Alhamdulillah, semua itu sudah izin Allah. Enggak masalah soal adanya Indomaret di daerah Ngambon. Rezeki sudah diatur, nggak akan tertukar," ucap Totok dengan santai. Meskipun ia menyadari, bahwa dari segi ekonomi, kehadiran Indomaret mungkin akan meningkatkan konsumsi masyarakat, terutama di kalangan anak-anak.

Namun, ia tetap optimistis, bahwa rezeki tidak akan terpengaruh. Totok juga menyoroti perbedaan harga antara Indomaret dan toko tradisional. ’’Dari segi harga, Indomaret jauh lebih tinggi dibanding toko tradisional,” ujarnya.

Hal ini memberikan harapan bagi para pemilik toko tradisional, karena mereka masih bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan minimarket modern. Dari perspektif ekonomi, kehadiran Indomaret di Kecamatan Ngambon memang memberikan dampak positif bagi konsumen, terutama dari segi kemudahan dan ketersediaan barang.

Namun, bagi pelaku usaha lokal, terutama toko kelontong dan grosir, persaingan dengan ritel modern menjadi tantangan yang harus dihadapi. Meskipun begitu, semangat untuk terus berinovasi dan bertahan masih terasa di kalangan para pemilik usaha tradisional.

Sebagai bagian dari perkembangan zaman, kehadiran ritel modern di wilayah pedesaan memang tidak bisa dihindari. Namun, dengan semangat inovasi dan adaptasi, diharapkan usaha-usaha tradisional tetap bisa bersaing dan terus berkembang di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. (fra/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pedesaan #persaingan #toko grosir #kelontong #tradisional #indomaret #minimarket #BMT NU #bojonegoro #Tanggapan #masyarakat #ngambon #toko #laundry