Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Raup Untung Puluhan Juta dari Kostum Berbahan Kain Flanel

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 4 Oktober 2024 | 17:30 WIB
KREATIF: Titis Setyowati pamerkan kostum aneka satwa berbahan kain flannel. Kerajinannya laris manis dijual di Shopee. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)
KREATIF: Titis Setyowati pamerkan kostum aneka satwa berbahan kain flannel. Kerajinannya laris manis dijual di Shopee. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebuah kreativitas memang tidak akan pernah hilang. Berbagai macam kreativitas pasti muncul dari sebuah ide cemerlang untuk memanfaatkan berbagai macam bahan untuk dijadikan sebuah kerajinan bernilai estetika.

Titis Setyowati seorang perempuan asal Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro yang berhasil memanfaatkan kain flanel untuk menghasilkan berbagai macam kerajinan tangan yang dibuat sendiri di rumahnya.

Terkadang meminta bantuan teman sesama perajin untuk membantunya saat banyak pesanan. Sebelum membuat rumah produksi kerajinannya sendiri, Titis pada 2019 lalu bekerja di sebuah rumah produksi kerajinan lain selama satu tahun.

Kemudian, sejak pandemi Covid-19, Titis mencoba memodifikasi sebuah face shield yang dibentuk bermacam-macam karakter dan tanpa diduga kerajinan tersebut laris dan banyak peminatnya.

Karena banyaknya tawaran membuat kerajinan dari kain flanel tersebut, akhirnya Titis mempunyai ide membuat dan membuka rumah produksinya sendiri pada 2020 dengan keahlian dan pengalamannya.

Titis membuat aneka pernak-pernik dari kain flanel seperti bando, boneka adat, dan berbagai macam kerajinan dari kain flannel lainnya. Namun, pemasaran pernak-pernik cukup susah. Sedangkan, sejauh ini banyak orang tertarik dengan kerajinan kostum berbahan kain flanel.

Sehingga, Titis lebih fokus pada pembuatan kostum flanel yang sudah memulai produksinya satu tahun ini. ’’Awalnya, ya ada pesanan dari sekolah TK ini perdana itu baru kali pertama buat. Ide untuk membuat kostum dari flanel juga sebenarnya dari situ. Sebelumnya cuma bikin kayak buah-buahan dari kain gitu soalnya,” bebernya.

Titis juga mengaku memilih untuk membuat kostum dari flanel ini sebagai ciri khas dari kerajinan yang sebelumnya belum pernah ada. Dalam prosesnya juga terkadang mengalami sedikit kendala dalam pemasarannya.

Dikarenakan penjualannya sendiri tergolong musiman dan hanya ramai disaat ada event-event saja seperti hari kemerdekaan dan acara pelepasan sekolah. Selain itu, susahnya dalam penjualan di daerah sekitar membuat Titis mencoba dengan menjualnya di e-commerce. Yakni, Shopee.

Ternyata, banyak peminatnya hingga luar daerah mulai dari Kalimantan, Jakarta, Riau, hingga Batam, dan pernah terjual sampai 200 lebih lostum dalam satu bulan. Dalam pengerjaan kostum, Titis mengaku tidak mengalami kesulitan. Ia bisa menghasilkan paling banyak 10 kostum per hari.

Kostum yang dijualnya biasanya bertemakan satwa yang biasanya meliputi aksesoris kepala dan badan dijual mulai dari Rp 100 ribu dan bisa lebih sesuai dengan size yang dipilih. ’’Kalau keuntungan dari penjualannya ya rata-rata memang dari Shopee. Kalau ada banyak event gitu biasanya dalam satu bulan bisa ngehasilin keuntungan sekitar puluhan juta lah,” ungkap perempuan berusia 32 tahun tersebut. (naw/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Pesanan #FLANEL #rumah produksi #e-commerce #kerajinan tangan #usaha #pandemi #bojonegoro #kostum #kerajinan #kain #pernak-pernik