Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Luas Lahan Kedelai Bojonegoro Berkurang, Dipicu Kekurangan Suplai Air

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 11 September 2024 | 19:21 WIB
PANEN KEDELAI: Petani sedang mamanen kedelai, luas lahan tahun ini berkurang dibanding sebelumnya. Harganya juga menurun, dibanding tahun lalu. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
PANEN KEDELAI: Petani sedang mamanen kedelai, luas lahan tahun ini berkurang dibanding sebelumnya. Harganya juga menurun, dibanding tahun lalu. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

 

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Luas tanaman kedelai di Bojonegoro mencapai 5.687 hektare (ha) hingga Agustus tahun ini. Jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Berdasar pada Satu Data Bojonegoro, jumlah luas tanam kedelai terus mengalami peningkatan sejak 2022. Tepatnya, seluas 9.742 ha pada 2021.

Selanjutnya, meningkat menjadi 10.324 ha pada 2022. Kembali mengalami peningkatan 10.994 ha pada 2023.

‘’Luas tanam kedelai lebih banyak tahun kemarin,’’ ujar Staf Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Ida Yuliastuti.

Dia mengatakan, sampai dengan Agustus 2024, luas tanam kedelai di Bojonegoro sekitar 5.687 ha. Untuk periode tanam mulai Oktober 2023 hingga September 2024. Luas tanam kedelai mengalami penurunan tahun ini karena musim penghujan yang lebih pendek dibanding tahun sebelumnya.

Sehingga, para petani yang sebelumnya menanam kedelai. Beralih ke tanaman lain, seperti kacang hijau dan tembakau.

‘’Ketersediaan air tidak mencukupi. Jadi, mereka lebih memilih menanam kacang hijau atau tembakau,’’ jelasnya.

Terdapat sentra-sentra kedelai di Bojonegoro. Paling besar terdapat di Kecamatan Sumberrejo seluas 3.150 ha. Selanjutnya, Kecamatan Kapas seluas 768 ha, Kecamatan Balen seluas 636 ha, dan Kecamatan Dander seluas 310 ha.

‘’Untuk kecamatan lainnya, luas berada di bawahnya,’’ tambahnya.

Ida menyampaikan, selain luas tanaman kedelai yang mengalami penurunan. Harga kedelai juga turun. Dari sekitar Rp 10.000 per kg pada tahun lalu, turun menjadi Rp 8.500 hingga Rp 9.000 saat ini. Tanaman kedelai paling banyak ditanam pada Juni. Sehingga, perkiraan panen raya kedelai pada Oktober nanti. Mengingat, masa tanam kedelai selama 3 bulan.

‘’Paling banyak diminati oleh petani Bojonegoro adalah jenis kedelai Anjasmoro. Karena kalau panen, biji tidak mletek sehingga tidak mudah hilang,’’ pungkasnya. (ewi/msu) 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pangan #kapas #kedelai #dkpp #kacang hijau #Petani #Menanam #Pertanian #Tanaman kedelai #dander #sumberrejo #bojonegoro #dinas ketahanan pangan dan pertanian #balen #lahan #tembakau #petani bojonegoro #musim penghujan #panen raya #Air #penurunan