Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

43,87 Hektare Lahan Pertanian Bojonegoro Gagal Panen, Tidak Mendapat AUTP Karena Belum Daftar

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 30 Agustus 2024 | 17:38 WIB

 

 

PANEN PADI: Petani memanen padi dengan mesin combi, tahun ini tercatat 43 hektare lahan gagal panen dan tidak mendapat AUTP. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
PANEN PADI: Petani memanen padi dengan mesin combi, tahun ini tercatat 43 hektare lahan gagal panen dan tidak mendapat AUTP. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekitar 98 hektare (ha) lahan pertanian di Bojonegoro mengalami kerusakan atau puso. Dari total luas kerusakan lahan tersebut, hanya 54,13 ha lahan yang mendapat asuransi usaha tani padi (AUTP).

Sisanya, sekitar 43,87 ha tidak mendapat AUTP karena belum terdaftar.

Berdasar data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, dari total 83.197 ha lahan baku sawah (LBS). seluas 98 ha di antaranya mengalami puso yang tersebar di tiga kecamatan. Meliputi, Kecamatan Balen seluas 6 ha, Kecamatan Ngambon sebanyak 32 ha, dan terbanyak dari Kecamatan Kapas sejumlah 60 ha lahan mengalami kerusakan.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman (Sarpras dan Perlintan) DKPP Bojonegoro Retno Budi Widyanti mengatakan, belum ada laporan penambahan puso lagi hingga Kamis (29/8). Karena pola tanam di wilayah tadah hujan dan lahan yang tidak ada sumber air ditanami oleh palawija atau tembakau saat ini.

‘’Saat ini tidak ada laporan (penambahan lahan mengalami puso) lagi,’’ ujarnya.

Dia melanjutkan, dari total 98 ha mengalami puso, hanya lahan di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas yang tercover AUTP. Atau seluas sekitar 54,13 ha yang disetujui klaim oleh pihak AUTP. Sedangkan, untuk lainnya tidak mendaftar AUTP.

‘’Yang terkaver hanya di Desa Tanjungharjo karena yang lain tidak mendaftar AUTP,’’ jelasnya.

Total terdapat sebanyak 24.800 ha LBS di Bojonegoro telah tercover AUTP. Dengan jumlah petani sekitar 49.529 ha. Menurut Retno, program AUTP di Bojonegoro sangat efektif meringankan beban petani. Karena petani yang mengalami gagal panen mendapat ganti rugi. Sehingga, dapat digunakan untuk membeli sarana produksi untuk kembali bercocok tanam.

‘’Sangat efektif, petani gagal panen mendapat ganti rugi,’’ pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #Desa #kapas #Kabid #LBS #dkpp #Pertanian #AUTP #bojonegoro #kerusakan #balen #lahan #gagal panen #puso #ngambon #hektare #sarpras #petani gagal panen