BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penikmat kopi di Bojonegoro akhir-akhir ini merasakan dampak dari melambungnya harga kopi di tingkat global.
Para pengusaha warung kopi (warkop) pun terpaksa harus menaikkan harga kopi per cangkir.Kenaikan harga kopi pada tahun ini menjadi tertinggi sejak 15 tahun terakhir.
Agus Salim, pengusaha pengolahan kopi asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kota mengatakan, harga kopi di Bojonegoro terkerek naik sampai 150 persen. Menurutnya, karena adanya gagal panen disejumlah negara penghasil, hingga berdampak pada rerata warung kopi di Bojonegoro.
‘’Awalnya mulai bulan sebelas tahun lalu (November, 2023), naik terus sampai sekarang,” ungkapnya. Pria yang memulai usaha roasting kopi sejak 2009 itu menambahkan, bahwa kenaikan kopi tahun ini mengalami lonjakan tertinggi sejak 15 tahun terakhir.
Bahkan, harga bubuk kopi di pasar yang biasanya kisaran Rp 35 ribu, kini menembus Rp 100 ribu per kilogram . ‘’Kopigreen bean(mentah) yang biasanya kisaran Rp 30 ribu, sekarang sampai Rp 85 ribu,” bebernya. Sementara itu, Riyanto, pengusaha warkop di Desa/ Kecamatan Dander mengatakan, naiknya harga kopi berdampak kepada pengusaha dan konsumen secara langsung. Harga kopi di kawasan desa kini pada kisaran Rp 5.000 ribu hingga Rp 6.000 per cangkir.
‘’Awalnya masih takut untuk menaikkan, tapi karena harga di pasar sampai Rp 126 per kilo akhirnya terpaksa menaikan,” ujarnya. Rerata harga kopi di Pasar Bojonegoro hingga kemarin (13/6), mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram untuk kopi bubuk. Sementara, kopi green bean atau belum melalui proses sangrai, mencapai Ro 85 ribu sampai Rp 90 ribu per kilogram. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari