LAMONGAN, Radar Lamongan - Harga telur ayam terus mengalami kenaikan. Dalam minggu ini harga telur mencapai Rp 32 ribu per kilogram (kg). Padahal minggu lalu masih Rp 30 ribu per kg.
Peternak ayam petelur di Mantup, Khusnul Yakin mengatakan, harga telur naik karena pakan ayam juga naik. Harga pakan yang biasanya Rp 385 ribu per karung 50 kg, sekarang naik menjadi Rp 408 ribu per karung. Sedangkan, untuk porsi makan ayam tidak bisa dikurangi, karena terkait produktivitas telur.
‘’Kita tidak mungkin mengurangi makanan, jadi berapapun harga pakan tetap dibeli. Tapi pakan ini naiknya juga berkala dalam dua bulan ini, karena harga jagung tinggi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Senin (17/3).
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Anang Taufik menuturkan, untuk kebutuhan telur selama puasa ada kenaikan. Salah satunya untuk konsumsi harian dan kebutuhan membuat kue Lebaran. Sehingga harga telur ada kenaikan.
Kemudian dari peternak juga menyampaikan kalau harga pakan mahal, serta ditambah cuaca yang menyebabkan ayam tidak aktif bertelur. Padahal kebutuhan pasar tinggi. Akibatnya ada kenaikan sebab telur diperoleh dari peternak luar Lamongan.
‘’Peternak lokal Lamongan ada tapi jumlahnya tidak banyak, jadi masih mengandalkan Blitar dan Kediri,” imbuhnya. (rka/ind)
Editor : Hakam Alghivari