Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga Telur di Bojonegoro Tembus Rp 35.000, Dipicu Tingginya Permintaan Pasar

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 16 Maret 2024 | 21:00 WIB
HARGA NAIK: Pedagang sedang menata telur ayam, di bulan Ramadan ini harganya tembus Rp 35.000 per kilogram. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
HARGA NAIK: Pedagang sedang menata telur ayam, di bulan Ramadan ini harganya tembus Rp 35.000 per kilogram. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Harga telur di Bojonegoro tembus Rp 35.000 per kilogram (kg). Kenaikan harga dipengaruhi tingginya harga pakan, karena harga jagung merangkak naik.

Selain itu, dipicu meningkatnya kebutuhan telur di bulan Ramadan ini. Kondisi ini bikin masyarakat resah. Namun, dinas terkait belum memberikan keterangan tentang lonjakan harga ini.

Saji, pedagang telur asal Kecamatan Sekar mengatakan, harga telur di Bojonegoro saat ini termasuk tinggi. Untuk harga grosir atau pembelian minimal 10 kg, seharga Rp 30.000 per kilogram.

Sedangkan, harga biasa kisaran Rp 31.500 hingga Rp 32.000 per kilogram. Kenaikan harga telur terjadi sejak Rabu (13/3). Sebelum mengalami kenaikan, harga telur berada pada kisaran Rp 23.500 hingga Rp 24.000 per kilogram untuk grosir.

Kemudian, Rp 25.000 per kilogram untuk pembelian biasa.

‘’Kenaikan telur ini sangat berpengaruh kepada masyarakat. Mengingat, hampir semua kalangan masyarakat mengonsumsi telur. Terlebih, di bulan puasa seperti ini,’’ ujarnya.

Dia melanjutkan, kenaikan harga telur disebabkan pakan mahal. Harga jagung pada akhir 2023 sudah mencapai Rp 9.000 per kilogram. Hal tersebut membuat peternak klepek-klepek. Selain itu disebabkan banyaknya kebutuhan masyarakat. Terlebih, saat ini bulan puasa dan musim panen. Banyak kebutuhan hajatan dan lainnya.

‘’Saya ngambil telur dari peternakan di Blitar, Kediri, dan Mojokerto. Memang saat ini harganya tinggi,’’ tambahnya.

Evi salah satu pembeli mengatakan, kenaikan harga telur yang tinggi ini menyulitkan masyarakat. Terlebih, saat ini telur sangat dicari. Baik untuk sahur ataupun berbuka. Tidak hanya itu, ke depan kebutuhan telur juga akan terus meningkat. Mengingat menjelang lebaran nanti pasti banyak orang yang memproduksi kue lebaran yang rerata bahannya dari telur. ‘’Sangat berpengaruh pada pengeluaran harian. Semoga bisa segera turun, meski kemungkinannya sangat kecil untuk saat ini,’’ harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Sukaemi tidak merespons ketika dihubungi melalui WhatsApp. Juga, tidak menjawab ketika akan ditemui secara langsung kemarin (15/3). (ewi/msu)

 

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#jagung #musim panen #SEKAR #klepek-klepek #Pakan #puasa #telur #harga #bojonegoro #disdagkop um