BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Harga minyak goreng kemasan merangkak naik sejak Desember 2022. Kemarin (31/1) harganya mencapai Rp 18.000 per liter. ‘’Harga minyak goreng melambung naik. Kami jual sekitar Rp 15.000 sampai Rp 16.000. Harga berbeda untuk bermerek dan curah. Kalau curah lebih murah, sekitar Rp 15.000,” kata Ani pedagang bahan pokok di Pasar Wisata.
Asniar pedagang bahan pokok lainnya mengatakan, harga jual minyak goreng miliknya sekitar Rp 15.000 untuk merek tertentu dan Rp 18.000. ‘’Saya anggap masih stabil, karena dari awal jualan harganya sekitar itu,” kata Asni.
Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog Bojonegoro Sugeng Hardono mengatakan, stok minyak goreng tahap pemesanan. Rencana pembelian lima kontainer. ‘’Satu kontainer berisi 24 ton,” bebernya.
Dia memperkiraan stok minyak goreng datang Februari. Melebihi waktu perkiraan awal pada Januari karena antrean panjang di pabrikan. Minyak goreng dijual secara retail dan distributor. Produsen berasal dari PT TSL Makassar dan PT Best.
‘’Harga eceran tertinggi (HET) minyakita Rp 14.000 per liter,” kata Sugeng.
Kenaikan harga minyak goreng, menurut Sugeng, disebabkan suplai barang. ‘’Adanya switching atau peralihan komiditi oleh konsumen,” jelasnya. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto