Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pedagang di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora Jual Cabai Sulit, Cari Stok Susah

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 9 Juni 2022 | 21:15 WIB
PEDAS: Pedagang di Pasar Sido Makmur Blora menata cabai. Saat ini harga cabai rawit menembus Rp 100 ribu. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
PEDAS: Pedagang di Pasar Sido Makmur Blora menata cabai. Saat ini harga cabai rawit menembus Rp 100 ribu. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Harga cabai di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora berangsur naik. Pedagang mengaku kesulitan mencari dan menjual bahan bumbu pedas tersebut. Terutama cabai rawit semakin pedas. Dari awalnya Rp 70.000 per kilogram menjadi Rp 100 ribu. Pedagang harap ada penstabilan harga.

 

Sani pedagang cabai di pasar mengatakan, beberapa jenis cabai mengalami kenaikan, seperti cabai merah besar dari harga Rp 50.000 per kilogram menjadi Rp 65.000. Cabai rawit kuning semula Rp 40.000 per kilogram naik Rp 50.000.

 

Sedangkan, cabai hijau Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 30.000. "Cabai mengalami kenaikan sejak sepekan lalu," keluhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin.

 

Menurut Sani, kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit yang kini menembus Rp 100 ribu per kilogram. Selain harga, pedagang juga mengaku stok cabai sulit didapat dan penjualan seret karena harga dirasa mahal.

 

Pihaknya berharap ada tindakan dilakukan untuk menstabilkan harga. Tentu, agar permintaan dari pembeli kembali normal.

"Selain harganya yang naik, stok dan penjualannya susah," ungkap dia.

 

Suparni pedagang bahan pokok di pasar juga mengungkapkan harga cabai mengalami kenaikan terjadi sepekan lalu.  Menurutnya, faktor cuaca saat ini membawa dampak cabai busuk. Tentu, ketika stok cabai berkurang akan berdampak pada harga.

 

Suparni berharap pemerintah bisa menstabilkan harga cabai. "Apalagi sebentar lagi Hari Raya Idul Adha, mereka takut harga cabai semakin tinggi," ungkapnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Cabai #mbangun blora #blora #mas arief #bupati blora