‘’Sudah sejak 20 hari setelah Lebaran penjualan sepi,” ujar Yasipah sembari mengerutkan dahi.
Bahkan, perempuan 58 tahun itu sampai harus membanting harga, agar ikan asapnya bisa terjual habis. ‘’Ikan tombro misalnya, biasa dijual Rp 40 ribu, kini hanya Rp 25 ribu per kg,’’ ucapnya.
Produsen ikan asap lainnya Tarmi mengalami hal serupa. ‘’Pasar sepi, penjualan menurun. Malahan kemarin sempat membawa balik ikan 10 kg, karena gak laku. Otomatis saya jadikan makan ikan lele,” imbuhnya.
Menurut dia, ikan asap ramai pembeli saat momen Ramadan hingga Lebaran. Tarmi juga harus menurunkan harga agar bisa menarik minat pembeli. ‘’Untuk saat ini yang penting laku dulu,” terangnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto