Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Minat Pada Pertamax Makin Turun di SPBU Lamongan

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 2 April 2022 | 19:11 WIB
SELISIH JAUH: Pelanggan setia pertamax berpikir ulang karena Rp 100 ribu hanya mendapatkan 8 liter pertamax, tapi bisa mendapatkan 13 liter ketika dibelikan pertalite.  (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
SELISIH JAUH: Pelanggan setia pertamax berpikir ulang karena Rp 100 ribu hanya mendapatkan 8 liter pertamax, tapi bisa mendapatkan 13 liter ketika dibelikan pertalite.  (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Pemerintah resmi menaikkan harga pertamax dari Rp 9 ribu per liter menjadi Rp 12.500 per liter mulai kemarin (1/4). Pihak SPBU memperkirakan peminat BBM RON 92 mayorias lebih melirik pertalite, yang harganya masih stabil Rp 7.650 per liter. Namun, pihak SPBU belum merinci besaran penurunan permintaan pertamax, karena kenaikan baru terjadi.

 

Pegawas SPBU Deket Mustofa menuturkan, kenaikan harga tersebut tentunya membuat pelanggan setia pertamax kemungkinan beralih pertalite. Karena rentan harganya kini hampir Rp 5 ribu per liter.

 

‘’Jumlah kenaikan tersebut tentunya tetap mempengaruhi penjualan untuk ke depannya,’’ ujar Mustofa.

 

Sebaliknya, sebagian pelanggan kelas atas lebih memilih pertamax turbo dengan RON 98. Namun selisih harganya hanya Rp 2.500 per liter dengan pertamax. Namun, SPBU di pinggir jalan nasional Lamongan – Surabaya itu belum menyediakan stok pertamax turbo.

 

‘’Apalagi di sini juga belum ada pertamax turbo, pastinya beralih ke pertalite ,’’ imbuhnya.

 

Meski begitu, Mustofa mengaku hingga kini belum ada lonjakan permintaan terhadap pertalite. Menurut dia, stok pertalite atau varian pertamax masih aman. ‘’Hanya stok solar yang minim,’’ ucap Mustofa.

 

Salah satu konsumen pertamax Rozi mengaku cukup kaget dengan kenaikan harga pertamax yang cukup tinggi. Dia mengaku akan beralih menggunakan pertalite, karena selisih harga dengan pertamax cukup jauh.

 

Dia memberikan contoh, ketika membeli pertamax Rp 100 ribu hanya mendapatkan 8 liter. Namun, ketika membeli pertalite mendapatkan sekitar 13 liter.

 

‘’Selisihnya banyak. Masak ya dibelikan BBM semua. Belum juga kebutuhan yang lainya. Jadi memilih pindah saja ke pertalite saja,’’ terangnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#spbu #bupati yes #bupati lamongan #lamongan #pertamax