Pegawas SPBU Deket Mustofa menuturkan, kenaikan harga tersebut tentunya membuat pelanggan setia pertamax kemungkinan beralih pertalite. Karena rentan harganya kini hampir Rp 5 ribu per liter.
‘’Jumlah kenaikan tersebut tentunya tetap mempengaruhi penjualan untuk ke depannya,’’ ujar Mustofa.
Sebaliknya, sebagian pelanggan kelas atas lebih memilih pertamax turbo dengan RON 98. Namun selisih harganya hanya Rp 2.500 per liter dengan pertamax. Namun, SPBU di pinggir jalan nasional Lamongan – Surabaya itu belum menyediakan stok pertamax turbo.
‘’Apalagi di sini juga belum ada pertamax turbo, pastinya beralih ke pertalite ,’’ imbuhnya.
Meski begitu, Mustofa mengaku hingga kini belum ada lonjakan permintaan terhadap pertalite. Menurut dia, stok pertalite atau varian pertamax masih aman. ‘’Hanya stok solar yang minim,’’ ucap Mustofa.
Salah satu konsumen pertamax Rozi mengaku cukup kaget dengan kenaikan harga pertamax yang cukup tinggi. Dia mengaku akan beralih menggunakan pertalite, karena selisih harga dengan pertamax cukup jauh.
Dia memberikan contoh, ketika membeli pertamax Rp 100 ribu hanya mendapatkan 8 liter. Namun, ketika membeli pertalite mendapatkan sekitar 13 liter.
‘’Selisihnya banyak. Masak ya dibelikan BBM semua. Belum juga kebutuhan yang lainya. Jadi memilih pindah saja ke pertalite saja,’’ terangnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto