BLORA, Radar Bojonegoro - Pembangunan Embung Nglebok masih berlangsung. Pemkab Blora menargetkan pembangunan selesai pertengahan Desember mendatang. Tahun ini anggaran pembangunannya mencapai Rp 1,4 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun tanggul, plengsengan sungai yang mengalir ke balun, dan pengerasan daratan sekitar embung.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Surat mengatakan, rekanan yang menang lelang sudah teken kontrak pengerjaan. Saat ini, embung sudah dikerjakan dan terus dipantau oleh petugas. Pembangunan lanjutan itu ditarget selesai pertengahan Desember.
“Proyek ini merupakan lanjutan pembangunan untuk penambahan fasilitas, karena anggaran sebelumnya hanya berwujud embung,” ungkapnya.
Surat melanjutkan, penyempurnaan yang dikerjakan di embung berupa tanggul plengsengan sungai dari mulut embung menuju sungai balun. Memperkuat sekitar aliran air agar tidak longsor. Selain itu pemadatan lahan area embung menggunakan paving.
“Termasuk jalan setapak sekitar embung, agar bisa dilalui kendaraan,” jelasnya.
Pembangunan lanjutan embung tersebut menelan anggaran Rp 1,4 miliar dari APBD. Pada proses lelang diikuti 16 rekanan, namun hanya dua rekanan yang mengajukan penawaran. CV. Putro Sembodo yang beralamat di Jalan Sitimulyo Nomor 8 Kecamatan Cepu jadi pemenang mengalahkan CV. Kinan Karya Gemilang.
Pihaknya mengklaim jika pembangunan embung telah terbukti berkontribusi mengatasi banjir musiman di sekitar Kecamatan Cepu. Hal itu dibuktikan pada periode tahun lalu, curah hujan tinggi Desember-Januari. Banjir bisa diminimalisir.
“Pengalaman dari tahun kemarin pada musim hujan, embung mampu memitigasi dampak genangan. Sudah bisa dibuktikan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pengerjaan proyek akan terus dipantau dan rekanan diminta laporan serta akan mendapat sanksi jika tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang telah disepakati. (luk/zim)
Editor : Hakam Alghivari