RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Indeks literasi Kabupaten Blora masuk tiga besar Jawa Tengah. Guna makin memperkuat literasi, sebanyak 295 desa dan kelurahan bakal menyiapkan bunda literasi dan duta baca.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora, Mohamad Toha Mustofa mengatakan, capaian tersebut menjadi dorongan untuk memperluas gerakan literasi hingga desa.
‘’Blora mencatat nomer tiga se-Jawa Tengah skor 74,37 persen,’’ katanya.
Baca Juga: Niken Ayu Putri Prameswari: Suka Membaca dan Mengulik Sejarah
Toha menjelaskan Blora memiliki jejak kuat dalam dunia literasi. Nama Pramoedya Ananta Toer dan Tirto Adhi Soerjo menjadi bagian dari sejarah literasi daerah.
Saat ini pihaknya mendorong gerakan literasi mulai tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Salah satunya melalui pengukuhan bunda literasi dan diberikan apresiasi dari Perpustakaan Nasional. Sebanyak 295 desa disiapkan memiliki bunda literasi.
‘’Kita terus mengajak masyarakat berliterasi. Desa Balong, Kecamatan Kunduran sudah berjalan," ujar Toha.
Baca Juga: Tuntut Evaluasi Manajemen Persikaba Blora
Selain bunda literasi, DPK juga menyiapkan Duta Baca Desa untuk desa dan kelurahan. Setiap desa dan kelurahan nantinya diharapkan memiliki duta baca sebagai penggerak budaya membaca.
Program duta baca juga menyasar pelajar SMP. Usia tersebut dinilai masih mudah diarahkan dan dibekali pengetahuan. Kapasitas mereka juga akan terus ditingkatkan.
‘’Kita ingin mereka lebih berani, percaya diri, dan mampu berkompetisi," katanya.
Menurut Toha, pembinaan tersebut diharapkan melahirkan generasi baru yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menjadi penggerak literasi di lingkungannya. Kedepan, Blora juga diharapkan kembali memiliki tokoh literasi yang bisa menginspirasi generasi berikutnya. (ozi/ind)
Editor : Hakam Alghivari